Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Indonesia Tak Aman untuk PLTN

- Kamis, 12 Mei 2016 19:23 WIB
237 view
Jakarta (SIB) - Hampir semua daerah di Tanah Air berpotensi menghadapi bencana gempa bumi sehingga dinilai tak akan untuk pengembangan energi nuklir. Sebaliknya, daerah di Indonesia masing-masing mempunyai potensi sendiri-sendiri atas sumber energi terbarukan yang diklaim lebih aman dan ramah lingkungan.

Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan tidak satu pun wilayah di Tanah Air aman untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dikarenakan benar-benar tidak terbebas dari bencana gempa bumi. Karenanya, DEN menilai pengembangan energi nuklir di Indonesia sama sekali tidak kondusif dan justru berpotensi membawa dampak buruk.

"Kami minta kejelasan lokasinya di mana. Indonesia rawan gempa, tidak satu pun daerah yang aman dari jangkauan gempa," tegas Anggota DEN, Rinaldy Dalimi, merespons kajian Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang dikirimkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Senin (2/5).

Terkait dengan beberapa daerah yang direkomendasikan BATAN cocok untuk pembangunan PLTN, Rinaldy menilai di Kalimantan telah lama ditemukan sumber daya uranium tetapi itu tidak ekonomis lagi untuk dikembangkan. Dia pun meminta BATAN menunjuk lokasi di mana letak sumber daya uranium sebesar 7000 ton yang dilaporkannya tersebut.

DEN, terang Rinaldy, menyadari masih banyak energi lainnya di Indonesia yang layak dikembangkan selain energi nuklir. Kalaupun ada potensi uraniumnya, lanjut dia, energi nuklir tetap menjadi pilihan terakhir untuk dikembangkan ketika sumber energi lainnya sudah tidak mencukupi lagi. Hal itu, menurut dia, sudah ditegaskan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang disusun pemerintah.

"Masih banyak energi lain yang layak untuk dikembangkan seperti energi terbarukan. Kita memiliki sumber daya yang cukup di energi ini, hanya saja selama ini pemanfaatannya kurang. Ke depan itulah yang tingkatkan pengembangannya bukan nuklir. Itu hanya opsi terakhir," katanya.

Terkait dengan nilai pengembangan energi nuklir, Rinaldy menegaskan pengembangan uranium sama sekali tidak ekonomis. Rata-rata harga listrik dari PLTN di atas 15 sen dollar AS per kilo watt hour (kWh), lebih tinggi dari energi lainnya.

Seperti diketahui, hasil temuan BATAN menunjukkan ada beberapa wilayah yang mengandung uranium. Wilayah itu meliputi Kalan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat; Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; Mamuju di Sulawesi Barat; Sibolga di Sumatera Utara serta di Biak di Papua.

ENERGI SURYA
Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha menyoroti masih kurangnya pemanfaatan energi surya di Indonesia. Padahal, potensinya di Indonesia jauh lebih banyak dari negara lain yang telah mengembangkan energi surya. Ironisnya, pemerintah masih ingin mengembangkan energi yang belum jelas keberadaannya, terutama nuklir.

Potensi energi surya sebesar 4,8 kwh per meter persegi atau 10 kali lipat dari potensi di Jerman dan Eropa.

"Ada banyak daerah yang sinar mataharinya cukup tinggi, daerah itu sangat cocok untuk pengembangan energi surya," ujar Presiden Direktur PT GEM Indonesia Baki Lee. (KJ/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru