Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 27 Juni 2026

Fenomena 25 Jam Sehari: Peneliti Jelaskan Faktor Penyebabnya

Robert Banjarnahor - Minggu, 29 September 2024 09:55 WIB
436 view
Fenomena 25 Jam Sehari: Peneliti Jelaskan Faktor Penyebabnya
Ilustrasi rotasi bumi
Jakarta (harianSIB.com)
Selama ini, yang kita ketahui dari buku-buku pelajaran, bahwa satu hari adalah terdiri dari 24 jam. Namun, ternyata hal ini bisa berubah di masa depan.

Sebagai informasi, satu hari dihitung saat Bumi berotasi. Saat ini putaran tersebut menghabiskan 24 jam.

Menurut penelitian, waktu 24 jam untuk satu kali putaran Bumi telah bertambah sejak miliaran tahun lalu. Saat 1,4 miliar tahun lalu, satu hari tercatat hanya 18 jam saja.

Semua ini dikarenakan jarak Bulan yang kian menjauh dari Bumi. Perubahan durasi rotasi itu terungkap dalam sebuah penelitian dari University of Wisconsin-Madison.

"Saat Bulan menjauh, Bumi berputar melambat seperti peselancar es. Sekitar 1,5 miliar tahun lalu, jarak Bulan cukup dekat dengan interaksi gravitasi Bumi yang bisa menghancurkannya," kata profesor di University of Wisconsin-Madison, Stephen Meyers, dikutip dari Indian Express.

Menurut penelitiannya bersama tim, dikutip dari CNBC Indonesia, bulan terus menjauh dengan Bumi. Ini ditemukannya melalui alat TimeOptMCMC yang dikembangkan Meyers bersama dengan profesor riset di Columbia, Alberto Malinverno.

TimeOptMCMC merupakan pendekatan statistik yang membantu menentukan hubungan antara hari dengan jarak Bumi dan Bulan.

Hasilnya Bulan menjauh dengan kecepatan 3,82 centimeter pertahun. Dengan hitungan tersebut, bukan tak mungkin satu hari akan berdurasi 25 jam pada 200 juta tahun lagi.

Menurut para ilmuwan, temuan itu disebut sebagai siklus Milankovitch. Ini merupakan saat penentuan dimana sinar Matahari didistribusikan di Bumi dan ritme iklimnya.

Penelitian yang sama pernah dilakukan juga oleh ilmuwan Rusia Jacques Laskar. Penelitiannya tahun 1989 terkait kekacauan tata surya. Indian Express menyebut penelitian Wisconsin menekankan lebih jauh soal pergeseran Bulan dan dampaknya pada Bumi. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru