Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Lebih Murah, Teknologi Ini Bisa Transplantasi Hati Manusia

- Kamis, 31 Desember 2015 10:51 WIB
361 view
Lebih Murah, Teknologi Ini Bisa Transplantasi Hati Manusia
Pandorum Technologies, baru-baru ini mengembangkan teknologi printed 3D bio jaringan, yang dapat meniru fungsi dari hati manusia dan jaringan-jaringan hidup dari sel-sel manusia.

Sebagaimana diwartakan IBTimes, Sabtu, startup bioteknologi yang berbasis di Bangalore, India, tersebut memiliki tujuan untuk memudahkan penelitian yang dilakukan para medis dengan pembiayaan murah dan terjangkau.

Dengan alasan untuk mengurangi ketergantungan percobaan pada hewan dan manusia, teknologi ini dapat digunakan untuk transplantasi hati dalam skala penuh.

Arun Chandru, Co Founder Pandorum Technologies, mengatakan, penyakit hepatotoksisitas (toksisitas hati) dan obat metabolisme sebagai rintangan utama manusia untuk percobaan pada manusia yang mengalami gagal hati.

"Alat Bio 3D ini kami cetak mini meniru hati manusia yang menjadi platform uji untuk penemuan dan pengembangan obat dengan khasiat yang lebih baik, tidak terdapat efek samping, dan biaya yang lebih rendah," ungkapnya.

Menurutnya, perusahaan telah menggelontorkan dana USD10 miliar dalam 10 tahun untuk penelitian dan pengembangan yang dilakukan tim. Pengembangan jaringan ini disinyalir untuk mengurangi biaya pengobatan yang mahal.

"Dengan biaya rendah akan membuat penting bagi negara yang sedang berkembang seperti India, sebab peralatan teknologi kesehatan yang canggih saat ini identik dengan harga selangit untuk sebagian besar dari populasi masyarakat," ujarnya.

Chandru mengungkapkan, pada Mei 2014, Organisasi Kesehatan Dunia menyampaikan lebih dari 200 ribu kematian setiap tahun akibat penyakit hati di India. Itu dikarenakan biaya transplantasi hati mahal yakni USD30,000 (Rp408 Juta) atau enam kali pendapatan per kapita negara Bollywood tersebut.

"Saat ini ada 60 ribu hingga 75 ribu pasien transplantasi hati di negara India, namun hanya sekira 1.500 yang sudah menjalaninya. Selain mengurangi biaya melaksanakan penelitian medis sebesar 20 persen menjadi 30 persen, teknologi ini dapat menyebabkan peningkatan ketersediaan organ," ungkapnya.

Menurut laporan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada 2013, lebih dari 60 ribu pasien di Amerika Serikat meninggal akibat penyakit hati. (Ok2/l)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru