Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Ilmuwan Caltech Temukan Planet ke-9

- Kamis, 28 Januari 2016 18:37 WIB
615 view
Ilmuwan Caltech Temukan Planet ke-9
Cape Canaveral (SIB)- Planet Pluto sudah dikeluarkan dari sistem tata surya. Akan tetapi jumlah planet kemungkinan dalam tata surya mungkin akan kembali menjadi sembilan.

Sebuah penelitian yang dilakukan California Institute of Technology dan dipublikasi pada Rabu (20/1), menyebutkan diduga terdapat sebuah planet misterius dalam tata surya yang ukurannya 10 kali lipat lebih besar dari Bumi dan jarak orbitnya lebih jauh Neptunus.

Sejumlah simulasi komputer memperlihatkan jika planet misterius ini benar-benar ada, maka planet itu akan mengorbit lebih dari 50 kali cepatnya daripada pada Bumi ke Matahari. Sayangnya, sejauh ini planet misteri itu belum diobservasi secara langsung.

"Ini adalah potongan misteri paling penting dalam tata surya kita, yang masih ada diluar sana dan belum ditemukan. Ini sangat menarik," kata Mike Brown, astronom yang hasil temuannya dipublikasi dalam Astronomical Journal, Rabu (20/1) waktu AS.

Brown dan rekannya sesama astronom, Konstantin Batygin, yang sama-sama berasal dari California Institute of Technology (Caltech), awalnya pesimis bahwa keberadaan planet misterius ini bisa terdeteksi. Namun mereka muncul dengan gagasan menggunakan efek-efek hipotesis gravitasi planet dan berhasil menemukan sebuah kecocokan yang hampir sempurna.

Model komputer mereka memprediksikan pula posisi obyek misterius yang ada di belakang Planet Neptunus dan hal itu rupanya ditemukan juga dalam arsip-arsip survei.

Penelitian Brown, sebelum zuoninya ketika pada 2006 membantu mengeluarkan Pluto dari sistem tata surya, yang selama ini dikenal sebagai planet ke-9 setelah sebuah obyek berukuran kecil dan berupa materi-materi dingin, ditemukan ada di belakang Neptunus.

"Semua orang yang sebelumnya kesal karena Pluto bukan dikategorikan sebagai planet, kini akan kembali senang saat mengetahui bahwa ada planet lain di luar sana yang menunggu untuk ditemukan," kata Brown.

MATERI GELAP

Terkait tata surya, para ilmuwan di Tiongkok mulai melakukan kalibrasi terhadap satelit Dark Matter Particle Explorer (DAMPE) atau yang disebut Wukong.
Langkah ini dilakukan untuk memperoleh data yang lebih akurat setelah lebih dari sebulan satelit itu mencari sinyal-sinyal keberadaan dari material yang tak terlihat.

Satelit Wukong (terinspirasi dari tokoh legenda Kera Sakti) ini memiliki kemampuan untuk mencari obyek dengan sensor pengintai yang amat tajam, karena diperlengkapi alat deteksi yang sangat akurat dan sensitif, yang dirancang untuk mencari keberadaan materi gelap.

Chang Jin, yang memimpin penelitian dan juga menjabat sebagai Wakil Direktor Observasi Purple Mountain mengatakan Wukong telah mengumpulkan lebih dari 100 juta energi-energi partikel yang sangat kuat, termasuk proton, alpha, partikel sinar kosmis, sinar gamma, dan nuklida. Semua energi partikel yang sangat kuat ini bisa menjadi residu (petunjuk) dari materi gelap.

"Sekarang peralatan dalam satelit itu telah sempurna, walau masih jauh dari sempurna. Apabila kalibrasi berjalan baik, maka petunjuk yang kita cari akan keluar," kata Chang.

Materi gelap tidak memancarkan atau memantulkan radiasi elektromagnetik sehingga tak dapat diamati secara langsung. Saat ini materi gelap adalah salah satu misteri besar ilmu pengetahuan modern. (KJ/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru