Terima Dubes Jepang, Bamsoet Ajak Perusahaan Otomotif Jepang Berinvestasi


171 view
Terima Dubes Jepang, Bamsoet Ajak Perusahaan Otomotif Jepang Berinvestasi
Dok/Bambang Soesatyo
BERSAMA : Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Duta Besar Jepang untuk Indonesia, HE Mr Kanasugi Kenji, di ruang kerjanya di Jakarta, Senin (15/2/2021).
Jakarta (SIB)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) melalui Duta Besar Jepang untuk Indonesia, HE Mr Kanasugi Kenji, mengajak perusahaan otomotif asal Jepang menanamkan investasi untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.

Juga meramaikan pasar kendaraan listrik dunia yang saat ini baru dikuasai Amerika Serikat (Tesla), China (Wuling) dan Korea Selatan.

“Masyarakat Indonesia sangat familiar dengan produk Jepang dan sudah tak sabar menunggu lahirnya kendaraan listrik dari Jepang,” ujar Bamsoet usai menerima Kanasugi Kenji, di ruang kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Menurut Bamsoet, kerja sama otomotif yang selama ini sudah terjalin antara Indonesia dengan Jepang, menjadi modal besar bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama otomotif di bidang kendaraan listrik.

Selain memiliki potensi pasar terhadap 270 juta lebih penduduk Indonesia, kendaraan listrik hasil kerja sama Jepang dengan Indonesia juga bisa diekspor ke 625 juta penduduk ASEAN, maupun 4,5 miliar penduduk Asia.

Ketua DPR RI ke-20 ini mengemukakan, ekspor kendaraan listrik yang dihasilkan Indonesia dengan Jepang tidak terlalu sulit untuk dilakukan.

Apalagi, kedua negara sudah bekerjasama mengembangkan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, sebagai terminal ekspor kendaraan otomotif asal Indonesia.

Menurut catatan Japan-Indonesia Partnership Lounge (JAIPONG), total nilai perdagangan Indonesia-Jepang pada 2020 (periode Januari-Oktober) mencapai USD 19,9 miliar. Total nilai ekspor mencapai USD 11,1 miliar dan impor sebesar USD 8,8 miliar.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini juga menyampaikan duka cita atas musibah gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter yang mengguncang prefektur Miyagi dan Fukushima di wilayah Tohoku, Jepang. Kejadian tersebut merupakan gempa bumi terbesar kedua yang mengguncang Jepang sejak 2011.

Sementara Mr Kanasugi Kenji mengatakan, sejauh ini tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut.

Menurut Bamsot, dengan pengalaman yang dimiliki, Jepang pasti bisa menghadapi musibah ini dengan baik. Dan sebagai negara sahabat, Indonesia siap memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan. (*)

Penulis
: Jamida P Habeahan
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com