Sabtu, 20 Juli 2024

Airlangga Tak Khawatir Kubu Anies dan Ganjar Bersatu di Putaran Dua

* NasDem Tak Mau Buru-buru
Redaksi - Senin, 15 Januari 2024 09:35 WIB
269 view
Airlangga Tak Khawatir Kubu Anies dan Ganjar Bersatu di Putaran Dua
Foto: Devi/detikcom
Airlangga Hartarto
Jakarta (SIB)
Ketua Dewan Pengarah TKN Prabowo-Gibran, Airlangga Hartarto, merespons soal isu kedekatan kubu capres nomor urut 1 Anies Baswedan dengan kubu capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo. Airlangga mengaku tak khawatir dengan hal tersebut.

"(Potensi kubu 1 dan 3 bersatu) Ya melihat potensinya sekali putaran," kata Airlangga di Lombok, Nusa Tenggara Barat (Barat), Minggu (14/1).

Dia enggan merespons lebih jauh mengenai kedekatan kubu Anies dan Ganjar. Sebab, ia mengaku optimis Prabowo-Gibran dapat menang dalam satu putaran.

"Optimistis sekali satu putaran. Ya kita lihat sesudah 14 Februari nanti," jelasnya.

Dia mengaku tak khawatir sebab 45% partai politik mendukung Prabowo-Gibran.

"Kan kita partai yang mendukung Pak Prabowo-Gibran kan 45% jadi kita nggak khawatir. Itu sedikit-sedikit telat," tegasnya.

Sebagai informasi kedekatan anatara kubu Anies dan kubu Ganjar seolah kian terlihat ketika masing-masing koalisi melempar sinyal akur. Terbaru yang memberikan komentar, adalah Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang memandang koalisi baru biasanya tergantung urutan pemenang partai politik (parpol) dalam Pemilu 2024 mendatang.

"Biasanya yang selalu bersatu itu, yang nomor, artinya partai yang rankingnya ya bukan nomornya, ranking 2 dan 3 biasanya itu sehingga bikin koalisi baru. Saya juga dulu waktu 2004 kan banyak partai itu ada koalisi baru tapi kita tetap menang," kata JK saat ditemui di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/1).

Saat ditanya soal keyakinan koalisi baru terbentuk, JK kembali menegaskan semua itu tergantung keputusan parpol. Menurutnya, parpol berhak menentukan arah partainya berlayar.

"Ya tergantung partai masing-masing dan selalu begitu. Ini asal level 3 maka yang menentukan suara itu yang terakhir di mana diarahkan partainya," tegasnya.

JK juga merespons Ketua DPP Puan Maharani yang menyalami paslon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan-Cak Imin. Meskipun mendukung paslon nomor urut 1, JK mengaku tak tahu menahu soal komunikasi antar-partai.

"Saya tidak tahu, komunikasi itu biasanya dari partai ke partai," jawabnya singkat.


Tak Buru-Buru
Sementara itu, NasDem, pengusung Anies-Cak Imin, menegaskan pihaknya enggan terburu- buru membangun komunikasi dengan kubu lain soal rencana gabung kekuatan di putaran kedua.

"Begini, kontestasi ini kan sedang berlangsung kan, karena kontestasinya baru akan berlangsung 14 Februari. Menurut kami tidak ada hal yang perlu kita terburu-buru untuk melakukan komunikasi politik, karena semua kemungkinan masih akan terjadi kan," kata Waketum NasDem Ahmad Ali atau Mad Ali kepada wartawan, Minggu (14/1).

Mad Ali mengatakan, pihaknya masih akan melihat dulu hasil suara di hari pencoblosan. Dia tak mau ada komunikasi yang sia-sia apabila komunikasi rencana berkoalisi dilakukan sejak saat ini.

"Jadi kalau hari ini terburu-buru bicara dengan Pak Ganjar umpamanya, dengan Pak Prabowo, terus nanti ternyata putaran kedua Ganjar sama Anies umpamanya, terus apa arti pembicaraan itu," kata dia.

Mad Ali menegaskan pihaknya yakin Anies-Cak Imin mampu memenangkan pilpres di putaran kedua. Namun, dia mengatakan terus membuka komunikasi politik dengan pihak lain mengenai hal lainnya.

"Ya sekarang kenapa kita mau buru-buru itu, sedangkan kita optimis kita akan jadi pemenang kan. Ya kecuali paslon sudah pesimis tidak bisa menang, baru kemudian mau membangun komunikasi, itu lain hal ya," kata Mad Ali.

"Nah di sisi lain, tentunya ketika kita mau bicara tentang komunikasi ya saya menghargai siapa pun yang mau berkomunikasi antara pihak satu dan pihak lain, itu memang dibutuhkan. Tapi bagi partai itu bukan hal yang harus terburu-buru," imbuhnya. (detikcom/d)




SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pj Gubernur Agus Fatoni Apresiasi Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0
Surya Diusung Golkar Sebagai Balon Wakil Gubernur Sumut Dampingi Bobby
Pilgub Sumut 2024, Pengamat Politik: Edy Butuh Dukungan PKS dan PDIP
Syahrul Yasin Limpo Divonis 10 Tahun Penjara, Bayar Uang Pengganti Rp 14 Miliar
Plt Bupati Labuhanbatu Sampaikan Ranperda LPj APBD TA 2023 ke DPRD
Ganjar dan Ahok Jadi Ketua DPP PDIP, Ini Penjelasan Puan
komentar
beritaTerbaru