Peringati Hari Kesaktian Pancasila

KPK: Hancurkan Korupsi Seperti Laten Komunis


194 view
KPK: Hancurkan Korupsi Seperti Laten Komunis
Foto Istimewa
Ketua KPK, Firli Bahuri 
Jakarta (SIB)
Ketua KPK Firli Bahuri memperingati Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang jatuh pada Kamis (30/9). Firli mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menghancurkan korupsi yang dinilai layaknya seperti laten komunis.

"Dengan semangat dan roh antikorupsi, bersama kita ganyang dan hancurkan laten korupsi seperti laten komunis yang menjadi catatan kelam sejarah Indonesia," kata Firli dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/9).

Firli menyebut, laten komunis pada catatan sejarah sempat dibiarkan mengubah sikap hingga perilaku seseorang sehingga dapat menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Hal tersebut disebutnya dapat menimbulkan hal-hal keji hingga pertentangan dalam nilai-nilai kebangsaan, agama, maupun etika.

"Dalam catatan sejarah, laten komunis yang dibiarkan dapat mengubah sikap, perilaku, dan paradigma seseorang hingga kehilangan akal dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai manusia, hingga tega melakukan sesuatu hal yang keji dan pilu di luar batas perikemanusiaan," kata Firli.

"Tidak sedikit nilai-nilai kehidupan yang dapat kita gali dari rentetan sejarah hitam ini, salah satunya cara menyikapi bahayanya suatu laten yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, agama, budaya, moral dan etika, namun dianggap sebagai kultur atau budaya bangsa sehingga menjadi hal biasa dan menjadi kebiasaan di tengah masyarakat Indonesia," tambahnya.

Selanjutnya Firli mencontohkan salah satu laten jahat itu, yakni perbuatan korupsi yang diawali dengan sembunyi-sembunyi dan menjadi suatu kebiasaan. Jika dibiarkan, Firli menyebut, tindakan koruptif itu akan menjadi kebiasaan yang dapat merusak tatanan suatu bangsa dan negara.

"Korupsi adalah contoh nyata sebuah laten jahat yang awalnya tersembunyi, terpendam, tidak kelihatan, namun sekarang muncul setelah dianggap sebagai budaya hingga menjadi kebiasaan dan sesuatu hal yang biasa di negeri ini," katanya.

"Jika dibiarkan, perilaku koruptif lambat laun menjadi kelaziman yang zalim, karena bukan hanya merusak sendi-sendi perekonomian semata, namun dapat merusak hingga menghancurkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak ada kata lain, laten korupsi yang telah berurat akar di republik ini harus dibasmi tumpas mulai jantung hingga akar-akarnya sampai tuntas dan tidak berbekas," sambungnya.

Lebih lanjut Firli menyamakan laten komunis dengan laten korupsi yang sama-sama membutuhkan peran bersama. Hal itu diperlukan guna dapat menuntaskan segala niat korupsi.

"Sama halnya dengan laten komunis, pengentasan laten korupsi jelas membutuhkan peran aktif dan konsistensi nasional seluruh eksponen bangsa dan negara, agar penanganan kejahatan korupsi mulai hulu hingga hilir berjalan efektif, tepat, cepat, dan efisien," katanya.

Dengan itu, Firli mengajak semua pihak untuk terus mengingat masa kelam itu dengan semangat Pancasila.

"Mari, kita jadikan momentum peringatan tragedi berdarah G30S/PKI untuk menggelorakan selalu semangat dan roh kesetiaan pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945, NKRI, dan pemerintah yang sah, serta menumbuhsuburkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai budaya antikorupsi dalam menumpas laten korupsi yang terlanjur menggurita di republik ini," tegasnya.

Bendera Setengah Tiang
KPK mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Hal ini berdasarkan arahan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

"Memperingati Hari Kesaktian Pancasila," kata Ali Fikri saat dimintai konfirmasi.

Dari surat Mendikbudristek Nomor 64262/MPK.F/TU.02.03/2021 tertanggal 22 September 2021 disebutkan pada poin 6 sebagai berikut:

Setiap kantor instansi pusat dan daerah, kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta seluruh komponen masyarakat Indonesia pada tanggal 30 September 2021 agar mengibarkan bendera setengah tiang dan pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 06.00 waktu setempat, bendera berkibar satu tiang penuh. (detikcom/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com