Pemblokiran PayPal-Steam Dinilai Tanda Kegagalan Tata Kelola Hukum Digital


253 view
Pemblokiran PayPal-Steam Dinilai Tanda Kegagalan Tata Kelola Hukum Digital
Foto : Istimewa
Hemi Lavour Febrinandez.

Jakarta (SIB)

Peneliti Bidang Hukum di The Indonesian Institute (TII), Hemi Lavour Febrinandez, menilai pemblokiran beberapa situs oleh Komindo merupakan kegagalan Kominfo dalam melakukan tata kelola hukum digital di Indonesia. Sebab langkah itu bisa dilakukan untuk membungkam suara kritik masyarakat.


"Ini kegagalan Kominfo dalam melakukan tata kelola hukum digital di Indonesia," kata Hemi dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (1/8).


Hemi melihat kasus itu menunjukkan negara seakan ingin memperlihatkan taringnya kepada big tech companies. Yaitu Indonesia tidak akan takut untuk menjatuhkan sanksi ketika mereka tidak mengikuti aturan main yang ada di Indonesia.


"Namun, hal yang tidak dipertimbangkan oleh Kominfo adalah dampak sosial yang akan ditimbulkan oleh penerapan regulasi yang dilakukan secara serampangan," beber Hemi.


Menurut Hemi, The Indonesia Institute dan beberapa kelompok masyarakat sipil lainnya telah mengingatkan Kominfo bahwa terdapat permasalahan mendasar pada Permenkominfo No 5 Tahun 2020 tentang PSE lingkup privat.


"Hal itu sebelum protes publik terhadap pemblokiran PSE ini," ucap Hemi.


Hemi menjelaskan bahwa terdapat beberapa aturan yang dapat mengancam kebebasan sipil di ruang digital. Contohnya adalah ketentuan yang terdapat pada Pasal 9 ayat (4) Permenkominfo No 5 Tahun 2020 yang melarang PSE lingkup privat untuk menayangkan konten dengan muatan meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum.


"Padahal, frasa meresahkan masyarakat dapat ditafsirkan secara bebas dan rentan digunakan untuk melakukan kriminalisasi terhadap individu maupun kelompok yang vokal mengkritik pemerintah. Selain itu, frasa yang sama tidak ada dalam UU ITE yang merupakan aturan induk lahirnya Permenkominfo ini, sehingga dapat diartikan keberadaan aturan ini merupakan hal yang mengada-ada," tegas Hemi.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com