Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Putra Simalungun Taklukkan Puncak Gunung Tertinggi Kilimanjaro di Benua Afrika

* Kegigihan Erdy Riahman Damanik Diapresiasi
- Rabu, 14 November 2018 10:11 WIB
1.940 view
Putra Simalungun Taklukkan Puncak Gunung Tertinggi Kilimanjaro di Benua Afrika
SIB/Dok
MERAH PUTIH: Erdy Riahman Damanik membentangkan Bendera Merah Putih di puncak Gunung Kilimanjaro,Tanzania, Afrika, Jumat (9/11).
Simalungun (SIB) - Putra Simalungun Erdy Riahman Damanik (46) berhasil menaklukkan puncak Gunung Kilimanjaro di Negara Tanzania-Benua Afrika, dengan ketinggian 5.895 meter. 

"Perasaan sungguh luar biasa, walau fisik telah terkuras sejak hari pertama pendakian, namun bisa menapakkan kaki ke tempat tertinggi di Benua Eropa," tutur Erdy kepada SIB lewat jaringan WhatsApp, Selasa (13/11). 

Menurutnya, pendakian itu menjadi impian bagi setiap pendaki gunung dan menyimpan segudang kesan-pesan yang mungkin tidak akan terlupakan. Banyak tantangan yang dihadapi, jadi harus gigih serta harus didukung stamina yang prima.

Pada 5 November 2018 lalu, Erdy bersama Ahmad Fadillah dari Tim Ekspedisi Seven Summit Mapala Humendala FEB Universitas Riau, melakukan pendakian dengan start awal dari Marangu Gate (pintu gerbang pendakian Kilimanjaro) pada pukul 11.00 pagi. Mereka menuju Mandara Hut dengan ketinggian 2.720 meter.

"Setelah menempuh waktu 3 jam, kami tiba di Mandara Hut dan bermalam di tempat itu," ujarnya.

Besoknya, pendakian dilanjutkan pukul 08.00 pagi menuju Horombo Hut dengan ketinggian 3.720 meter dan berjarak sekitar 11 Km dari Mandara Hut. Setelah 5 jam, tiba di Horombo Hut.

"Pada 7 November, kami tidak melakukan pendakian karena harus melakukan aklimatisasi, penyesuaian tubuh dengan ketinggian," urainya. 

Selanjutnya, Erdy dan Fadillah kembali mendaki menuju Kibo Hut pada 8 November. Kemudian, keduanya didampingi guide lokal menuju Uhuru Peak yang merupakan puncak tertinggi Gunung Kilimanjaro di ketinggian 5.895 meter. 

"Rute menuju Uhuru Peak sangat sulit, dibutuhkan mental dan fisik yang tangguh karena kita mendaki dengan oksigen yang semakin menipis. Dengan perjuangan yang sangat gigih, saya akhirnya berhasil tiba di Uhuru Peak pada 9 November jam 09.00 pagi. Saya terlambat 3 jam karena sempat terserang mountain sickness akibat kurang tidur sejak malam pertama pendakian, leher selalu sakit," tutur Erdy.
 
Menurutnya, total waktu tempuh pendakian selama kurang lebih 22 jam, dari awal hingga berada di puncak Kilimanjaro dan hanya sekitar 5 sampai 10 menit di puncak itu lantaran suhu udara sangat dingin (10 derajat celcius) dan bersalju. Namun ia sempat membentangkan Bendera Merah Putih di puncak Gunung Kilimanjaro, menikmati panorama indah dan berfoto ria dengan mengenakan pakaian adat Simalungun. 

Dijelaskan, ada 7 puncak tertinggi di dunia (The seven summit of the world) yakni, 1. Gunung Everest-Benua Asia (8.850 meter), 2. Aconcagua-Amerika Selatan (6.959 meter), 3. Gunung Mc Kinley Denali-Amerika Utara (6.194 meter), 4. Kilimanjaro-Afrika (5.895 meter), 5. Mount Elbrus Kaukasus-Eropa (5.642 meter), 6. Vinson Massif-Antartika (4.897 meter) dan 7. Puncak Jaya Indonesia-Oseania (4.884 meter). 

Erdy mengutarakan, pendakian akan dilanjutkan untuk menaklukkan Mount Elbrus pada Agustus 2019 mendatang dan mendaki Aconcagua pada tahun 2020.   
Kegigihan Erdy Riahman mendapat apresiasi yang tinggi khususnya dari sejumlah masyarakat Simalungun. Calon legislatif anggota DPRD Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan X Siantar-Simalungun Ade Farnan Saragih bahkan mengaku salut atas perjuangan Erdy menaklukkan puncak Kilimanjaro. 

Menurutnya, sangat jarang menemukan orang yang berani mempertaruhkan nyawanya mendaki gunung, apalagi sampai ke luar negeri. Oleh sebab itu, disampaikan terimakasih kepada Erdy yang telah membentangkan Bendera Merah Putih dan mengenalkan pakaian adat Simalungun di puncak Gunung Kilimanjaro. (D05/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru