Pasca Sejumlah Imam Wafat karena Covid-19

Sumatera Berdoa Minta Gereja Perketat Prokes


102 view
Foto: Dok/SumateraBerdoa
PROKES DI GEREJA: Ketua Umum Yayasan Sumatera Berdoa Pdt Robert Benedictus, Sekretaris Nurhawati Simamora, Bendahara Ida Nora Nasution, diapit para pendeta dan tokoh seperti JA Ferdinandus, Pdt Lucas Timoteus mengindahkan protokol kesehatan di GSJA Anugerah Medan - Grace Assembly Jalan Majapahit Medan dengan bermasker dan physical distancing. 
Medan (SIB)
Ketua Umum Yayasan Sumatera Berdoa Pdt Dr Robert Benedictus MA meminta gereja mengindahkan dan mengetatkan protokol kesehatan (prokes) dalam kebaktian. Baik yang di gereja maupun dalam persekutuan di luar gereja. “Kami terus berdoa kiranya pandemi virus corona segera sirna dan berharap virus segera ada. Kami bertopang tangan agar pimpinan umat dan jemaat tetap dalam lindungan-Nya,” ujarnya didampingi Bendahara Ida Nora Nasution SE dalam Kebaktian Bulanan Sumatera Berdoa di GSJA Anugerah Medan - Grace Assembly Jalan Majapahit Medan yang digembalakan Pdt Lucas Timoteus MA.

Sekretaris Yayasan Sumatera Berdoa Dra Nurhawati Simamora MSi, Sabtu (21/11), menambahkan pihaknya masih berduka menghadapi kenyataan pedih karena sejumlah imam wafat. Baik karena Covid-19 maupun disebabkan penyakit yang terimbas pada wabah mematikan tersebut.

Sejumlah imam yang Ketua Sinode dan atau pimpinan organisasi keagamaan wafat di masa kini seperti Ketua PGPI Pembaharuan Sumatera Utara Pdt Max Tumuwu, Dr H Br Sitompul MTh yang istri Ketua Umum Gereja Pentakosta Indonesia Rev Dr MH Siburian MMin, Uskup Sibolga Mgr Dr AB Sinaga OFMCap, Ketua Sinode GPDI Pdt DR SM Tampubolon MTh dan Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Pengarapen Purba STh MA. “Kematian dalam-Nya adalah kemenangan, tapi perpisahan dengan orang yang dikasihi dalam usia relatif muda dan masih menjadi pimpinan, terasa menyesakkan,” tambah Nurhawati Simamora.

DOA BULANAN SUMATERA BERDOA
Ia mengatakan, Yayasan Sumatera Berdoa di 2020 fokus berdoa untuk kesehatan dan keselamatan bangsa. Gereja, lanjutnya, di masa pandemi menghadapi gelombang besar. “Baik dalam upaya peneguhan iman maupun perpuluhan yang terkait dengan operasional. pergumulan itu yang didoakan,” tambahnya.

Meski demikian, lanjutnya, kewajiban Yayasan Sumatera Berdoa dalam bidang sosial tetap harus dipenuhi. Itu sebabnya, dalam doa rutin bulanan tersebut pihaknya menyantuni warga lintasgereja. “Kali ini Yayasan Sumatera Berdoa menyantuni 30 jemaat yang ekonominya terdampak wabah,” tambah Ida Nora Nasution.

Di kegiatan yang dilayani Pdt Samuel Gohzaly se Sth sebagai penyampai firman tersebut sejumlah pimpinan dan tokoh Kristen hadir di antaranya mantan Ketua Yayasan Sumatera Berdoa JA Ferdinandus, Pdt Lucas Timoteus, musisi rohani Lina Veronika Sihombing, Ance Colia. (R10/a)
Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com