Sumpah Pemuda di Mata Wanita, WSI SOKSI SU: Manfaatkan Bonus Demografi Indonesia


118 view
Sumpah Pemuda di Mata Wanita, WSI SOKSI SU: Manfaatkan Bonus Demografi Indonesia
Foto: SIB/Oki Lenore
TOKOH WANITA: Tokoh wanita SU, Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah dan Susi Mery Junita Sinaga yang Ketua Depidar II WSI SU (tengah) diapit Lindawani Girsang MKn dan Ujiana Sianturi saat pertemuan di Medan, Rabu (27/10).
Medan (SIB)
Sejumlah tokoh wanita di Sumatera Utara (SU) berharap, Sumpah Pemuda 2021 sebagai momen menggelorakan potensi dan kekayaan generasi muda dalam menatap untuk meraih kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Banyak potensi yang ada tapi yang terlihat jelas adalah bonus demografi Indonesia. Pada 2030, menurut Bappenas, jumlah usia produktif mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk sekitar 297 juta jiwa. Jumlah tersebut menjadi modal potensial dalam menggerakkan ekonomi Tanah Air.

Demikian simpulan ucapan Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah dan Susi Mery Junita Sinaga yang Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) II Wanita Swadiri Indonesia (WSI) SU di Medan, Rabu (27/10).

Ayu Rajekshah berharap, wanita mendorong dalam menggerakkan potensi dari bonus demografi. “Saya mendorong kaum wanita untuk semakin aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tanpa harus meninggalkan perannya sebagai suri rumah tangga,” ujarnya saat menerima rombongan wanita-wanita pegiat ekonomi masyarakat yang berwadah dalam WSI SU.

Susi Sinaga mengatakan, memaksimalkan bonus demografi Indonesia 2030 bukan pada saat itu dimanfaatkan tapi persiapannya sejak saat ini. “WSI SU sudah melakukannya dan akan terus melakukannya. Mendorong produktivitas bersumbu pada kreativitas,” ujar usahawan rumah musik dan kulines Seis Kafe di Jalan Sei Silau 89 C Medan tersebut.

Ia mengatakan, di era Revolusi Industri 4.0 dan Indonesia memiliki kekayaan bonus demografi harus dilandasi memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kuat. “Sebagaimana yang dilakukan di WSI SU, semua potensi yang ada dimaksimalkan tapi sumbunya adalah kreativitas dan kerja keras. Pemuda pun harus demikian,” tegasnya didampingi Lindawani Girsang MKn dan Ujiana Sianturi SE.

Susi Sinaga mengatakan, kreativitas dan kerja keras bukan berarti gaya hidup tapi kualitas hidup. Di dalamnya termaktub kualitas secara keseluruhan. “Jangan berharap pada bonus demografi tapi kondisi tidak vit. Jika itu yang ada, masa demographic dividend akan terhambat akibat kinerja mereka yang kurang maksimal.”

Pengukuhan WSI SU
Di pertemuan itu Susi Sinaga melaporkan pada Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Pembina WSI SU. Di antaranya pengukuhan WSI SU yang diagendakan dilakukan Sabtu (30/10) di Wisma Benteng Medan.

Ia mengatakan, mandat sebagai Ketua WSI SU dikeluarkan Ketua Depidar II Soksi Sumut, Sangkot Sirait SSos melalui SK pada Jumat (8/10) di Kantor Depidar II Soksi Sumut, Jalan Abdullah Lubis No 38 A/B, Kota Medan.

Susi Sinaga menggaet sejumlah perempuan produktif dan aktif dalam kepengurusan. “Selain membesarkan SOKSI melalui WSI, organisasi yang saya pimpin bertugas ikut menggerakkan perceaptan proses pembangunan untuk kesejahteraan warga, minimal WSI sebagai fasilitator utama dalam pembangunan,” tegasnya.

Dilaporkannya, pengukuhan dilakukan Depipus WSI Ny Ade Komaruddin. “Saya sudah menjadwalkan hadir,” sahut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah. (R10/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com