Gubernur Edy Panggil Direktur PT Angkasa Pura Aviasi

Tidak Benar Aset Bandara Internasional Kualanamu Dijual ke India


534 view
Tidak Benar Aset Bandara Internasional Kualanamu Dijual ke India
(Foto: Dok/Diskominfo Sumut)
BERI KETERANGAN: Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris didampingi Gubernur Edy Rahmayadi memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (28/11) di Kantor Dinas BMBK Sumut, Jalan Sakti Lubis Medan.

Medan (SIB)

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi merespon cepat isu soal penjualan aset Bandara Internasional Kualanamu ke perusahaan bonafit asal India.


Usai mengikuti kegiatan funbike dalam rangka Hari Bakti ke-76 Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kantor Dinas BMBK Sumut, Minggu (28/11), Jalan Sakti Lubis Medan Edy memanggil Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris. Edy minta Haris menjelaskan isu dimaksud kepada peserta yang hadir.


"Saya minta semua dengarkan omongan beliau. Ramai katanya Bandara Kualanamu dijual sama India. Saya pun tak tau. Jadi langsung saja ke sumber yang utama," katanya.


Edy menyebut, setelah ini jangan lagi dikembang-kembangkan isu tersebut sehingga rakyat hilang kepercayaan dengan pemimpinnya.


Mendapat perintah itu, Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris menjelaskan, kemitraan strategis pengelolaan Bandara Kualanamu lebih kepada kemitraan strategis yakni kerjasama, bukan penjualan aset.


Pihaknya ke depan berharap bagaimana menjadikan Bandara Kualanamu menjadi Hub Internasional. "Makanya kita membutuhkan kerjasama dengan GMR Airport yang nanti bisa membawa traffic ke Bandara Kualanamu khususnya penerbangan internasional,” katanya.


GMR akan masuk ke dalam kepemilikan saham PT Angkasa Pura Aviasi dengan kepemilikan saham 49 persen. "Jadi bukan Bandara Kualanamu, Bandara Kualanamu merupakan aset PT Angkasa Pura II," katanya.


Menurutnya, aset tersebut merupakan kekayaan negara yang sudah dikelola PT Angkasa Pura II. "Jadi bukan PT Angkasa Pura II-nya melepas saham tapi anak PT Angkasa Pura II-nya (PT Angkasa Pura Aviasi),” pungkasnya.


Dari sisi itu ditegaskan dia bahwa tidak ada aset yang berpindah ke GMR. Namun di media seolah-olah Bandara Kualanamu yang dijual. "Saya bisa tegaskan dan jaminan bahwa tidak ada aset yang berpindah, semua masih aset Milik PT AP II,” ungkapnya.


Kemudian PT AP II masih memperoleh pendapatan dari deviden. Inilah menjadi tujuan utama pihaknya karena sekarang kalau dilihat total dari bandara di Indonesia, marketnya masih kepada domestik.


“Jadi sekarang bagaimana itu mentransfer Bandara Internasional dan domestiknya. Kami harap bapak-bapak semua bisa meluruskan pemberitaan di media bahwa tidak ada penjualan aset,” pungkas Haris.


Setelah mendengar penjelasan itu, Edy kembali berharap jangan ada lagi ribut-ribut mengenai isu Bandara Kualanamu dijual. Edy pun sempat menyebut istilah ulok. Ulok dalam makna bahasa di Medan dapat diartikan sebagai membesar-besarkan cerita dan cenderung bohong.


“Di counter itu isu, tangkis. Kita kan terlalu pandai ulok. Dia lupa kalau kita raja ulok,” pungkasnya. (A13/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com