Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 23 Mei 2026

Gereja dan Masjid Berdampingan di Kendari, Simbol Toleransi Umat Beragama

Redaksi - Rabu, 09 Februari 2022 17:48 WIB
2.016 view
Gereja dan Masjid Berdampingan di Kendari, Simbol Toleransi Umat Beragama
Foto: Dok/one
BERDAMPINGAN: Inilah gereja dan masjid di kota lama Kendari yang gedungnya berdampingan. Ketua GP Ansor Deliserdang Joel Pulungan dan Bendahara GAMKI Sergai Robert Banjarnahor berfoto bersama di halaman gereja dan mesjid tersebut, Sela
Kendari (harianSIB.com)

Kerukunan umat beragama di kota lama Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sudah terlihat sejak puluhan tahun lalu.

Terbukti, di Kota tua ini di Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari Barat, persis di pinggir Jalan Ir Soekarno terlihat gereja dan masjid letaknya berdampingan dan satu dinding tanpa ada pemisah.

Kedua bangunan yang berada di tepi jalan besar ini adalah GPDI Bukit Zaitun dan Mesjid Da'wah Wanita. Gereja dan mesjid di tempat ini bisa berdiri selama lebih kurang hampir 60 tahun berdampingan atas persetujuan pemerintah setempat serta didukung para tokoh masyarakatnya.

"Kerukunan umat beragama di sini sangat tinggi. Hidup saling menghormati dan saling menghargai," kata Hasanuddin warga setempat kepada wartawan saat berkunjung ke gereja dan masjid itu, Selasa (8/2/2022).

Menurut Hasanuddin, selama puluhan tahun sejak kedua bangunan tersebut berdiri, tidak pernah ada perselihan antara umat kristiani dan muslim di daerah itu.

Setiap sholat Jumat, jika areal parkir kendaraan warga yang beribadah tidak mencukupi di areal mesjid, boleh diparkirkan di depan parkir gedung gereja. Begitu juga jika umat kristiani beribadah Minggu, jemaat bisa memarkirkan kendaraannya di halaman depan mesjid.

Ketua GP Ansor Deli Serdang Joel Pulungan dan Bendahara GAMKI Kabupaten Sergai Robert yang kebetulan bersamaan mengunjungi gereja dan mesjid di Kendari tersebut, menyampaikan harapan agar toleransi antar umat beragama yang harmonis antara gereja dan masjid seperti di kota tua Kendari itu, bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Joel mengatakan, perbedaan keyakinan bukan menghalangi ibadah yang dijalankan sesuai kepercayaan masing-masing. Seperti di Kendari, bangunan gereja dan masjid satu dinding, tetapi tidak ada yang merasa terganggu.

"Gereja dan masjid di Kendari ini bisa menjadi simbol toleransi umat beragama," kata Joel. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru