Pasca Banjir Bandang di Kenegerian Sihotang

Ratusan Warga Unjuk Rasa Desak Bupati Samosir Tutup PT TPL


548 view
Ratusan Warga Unjuk Rasa Desak Bupati Samosir Tutup PT TPL
(Foto :SIB/Marihot Simbolon
UNJUK RASA: Warga Kenegerian Sihotang unjuk rasa mendesak Bupati Samosir Vandiko T Gultom segera merekomendasikan penutupan operasional PT TPL di kawasan hutan Tele, Kecamatan Harian, Senin (4/12). 
Samosir (SIB)
Ratusan warga korban banjir bandang pada 13 November 2023 malam di Kenegerian Sihotang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, unjuk rasa di Kantor Bupati Samosir, Senin (4/12).
Mereka mengikatkan pita putih di kepala bertuliskan "TUTUP PT TPL", dan membawa beragam spanduk bertuliskan Bupati Samosir Vandiko Gultom agar merekomendasikan penutupan PT Toba Pulb Lestari (TPL) kepada Presiden Jokowi. Pemerintah dan PT TPL agar merehablitasi ekosistim hutan di blok Sitonggitonggi kawasan hutan Tele, Kecamatan Harian.
Salah seorang orator, Sartono Sihotang mengatakan supaya PT TPL segera ditutup dan hengkang dari kawasan hutan di Kabupaten Samosir dan memberi ganti rugi kerusakan rumah, sekolah, ladang, jalan dan irigasi serta korban jiwa. “Warga Kenegerian Sihotang masih berduka,” katanya.
Orator lainnya, Satur Sihotang yang juga warga yang menetap di Kenegerian Sihotang mengatakan, kalau PT TPL benar-benar perusak lingkungan di kawasan hutan Tele tanpa memperhitungkan dampaknya.
Selanjutnya, Satur Sihotang mempertanyakan kepada ratusan massa, "apakah kita biarkan PT TPL merusak lingkungan di Tanah Batak ?", massa menjawab, “tutup TPL”.
Satur menjelaskan, terjadinya banjir bandang di Kenegerian Sihotang diduga akibat penggundulan hutan di kawasan hutan Tele. Disebutkan, warga yang tinggal di bawah bukit barisan itu sudah tidak nyaman lagi beraktivitas di ladang masing-masing. “Apalagi di malam hari, mereka tidak bisa tertidur,” sebutnya di hadapan Asisten II, Hotraja Sitanggang.
Setelah kurang lebih 2 jam berorasi, Bupati Samosir, Vandiko T Gultom dan Wakil Bupati Samosir, Martua Sitanggang datang menemui massa dan meminta perwakilan 5 orang untuk duduk bersama atau mendiskusikan tuntutan masyarakat yang harus ditindaklanjuti pemerintah.
Hasilnya, disepakati dan diputuskan, lokasi kawasan hutan Tele akan ditinjau ulang oleh akademisi dan selanjutnya surat kesepakatan tersebut ditujukan kepada Gubernur Sumatera Utara dan tembusan Kementerian Lingkungan Hidup.
Sebelumnya, Bupati sudah menyurati PT TPL melalui Sekda Samosir Rita Tavip Megawati tanggal 5 Oktober 2023, Nomor : 338/403 DISLINGKUP/X/2023, terkait penghentian kegiatan penebangan kayu di kawasan hutan Tele, Kecamatan Harian, sampai ada kajian yang dapat merujuk bahwa penebangan yang dilakukan tidak akan mengakibatkan bencana banjir di wilayah Kabupaten Samosir. (G2)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com