Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 02 Agustus 2026

Warga Tiga Nagori Resah, Musim Panen Tiba tapi Tenaga Pemanen Minim

Redaksi - Jumat, 23 September 2022 13:22 WIB
247 view
Warga Tiga Nagori Resah, Musim Panen Tiba tapi Tenaga Pemanen Minim
(Foto SIB/Revado Marpaung)
Siap Panen : Tanaman padi milik masyarakat Nagori Bahal Gajah Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun tak kunjung dipanen, meski padi sudah siap panen akibat tenaga pemanen minim, Kamis (22/9). 
Simalungun (SIB)
Masyarakat Nagori Bahal Gajah Kecamatan Sidamanik, Nagori Siborna dan Nauli Baru Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun mulai resah. Pasalnya tenaga pemanen padi sangat minim.

Akibatnya padi yang sudah menguning tak kunjung dipanen. Keresahan itu disampaikan sejumlah petani padi kepada SIB, Kamis (22/9).

R Sidabutar salah satu petani padi Nagori Bahal Gajah mengatakan musim panen kali ini keluhan masyarakat bukan karena penyakit ataupun dimakan hama tikus, melainkan karena kekurangan tenaga pemanen padi.

Menurutnya, kejadian seperti ini baru terjadi musim panen tahun ini.

Padahal musim panen sebelumnya tidak pernah kekurangan tenaga pemanen, ungkapnya.

Sidabutar mengaku tanaman padi masyarakat yang sudah siap dipanen harus rela mengantri untuk diambil karena keterbatasan tenaga pemanen.

"Kita khawatir padi menjadi busuk dan hasilnya menjadi kurang maksimal," keluhnya.

Senada dikatakan B Manik, petani Nauli Baru bahwa musim panen kali ini masyarakat terbebani karena minimnya tenaga pemanen.

Sehingga padi yang sudah siap untuk dipanen harus menunggu lama sampai waktu tenaga pemanen longgar, katanya.

Sementara K Siahaan petani Nagori Siborna mengaku akibat keterlambatan tanaman padi miliknya dipanen, dia lebih memilih untuk menjual semua hasil panennya karena sudah mulai membusuk.

"Kalau kita simpan kualitas padi akan semakin buruk dan untuk menjadi beras juga tidak akan bagus untuk dikonsumsi," paparnya.

Diakuinya, kondisi ini membuat masyarakat menjadi resah. Padahal musim panen kali ini harga padi per kilogram naik signifikan dari sebelumnya Rp 4.700 kini menjadi Rp 5.200 kata Siahaan. (D10/f)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru