DPRD SU: Masyarakat yang Sudah Divaksin Jangan Anggap Dirinya Jadi Manusia Super dan Kebal

* Vaksinasi Belum Jamin Seseorang Aman dari Covid-19, Harus Tetap Patuhi Prokes

120 view
Foto : Ist
Ilustrasi 
Medan (SIB)
Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumut dr Tuahman Franciscus Purba mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat yang sudah divaksinasi jangan menganggap dirinya sudah menjadi manusia super dan kebal terhadap virus Covid-19, sehingga mengabaikan Prokes (Protokol Kesehatan).

"Vaksinasi belum menjamin seseorang aman dari serangan Covid-19, karena sering terjadi resistensi dari penyakit itu sendiri akibat tidak menjaga kesehatan. Yang terbaik saat ini, harus tetap mematuhi Prokes," ujar Tuahman Franciscus Purba kepada wartawan, Sabtu (27/3) melalui telepon di Medan.

Berkaitan dengan itu, tandas anggota dewan Dapil Medan ini, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat yang sudah divaksin agar jangan menganggap manusia super dan kebal dari serangan Covid-19, sehingga bebas melakukan pelarangan Covid-19.

"Harus diketahui, penyuntikan vaksin saja tidak cukup mencegah pandemi, jika orang yang disuntik tidak menjaga kesehatannya secara maksimal," katanya sembari menambahkan virus memang sudah diobati, tapi selalu ada resistensi dari penyakit tersebut, sehingga terjadi perubahan inti sel dari virus dan penyakit bisa datang lagi.

Hal itu terjadi karena warga yang sudah disuntik sering tidak menyadari, karena bergabung dengan kelompok yang belum divaksin atau selalu berada di tengah kerumuman massa dengan melanggar Prokes.

"Harusnya masyarakat diberi pengetahuan yang cukup apa yang perlu dilakukan setelah divaksin, atau bagaimana cara menghindari penularan pandemi Covid-19," kata Tuahman sembari mendesak Satgas Covid-19 Sumut agar tidak bosan-bosan mengedukasi masyarakat terkait penerapan Prokes virus corona.

Dikatakan Tuahman, tugas Satgas Covid-19 jangan hanya menyampaikan laporan berapa yang terpapar, meninggal atau muncul varian baru di daerah ini, tapi perlu terus melakukan sosialisasi dan pencegahan agar virus tersebut bisa diputus mata-rantainya. (A4/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com