Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 29 Mei 2026
Terlantar dan Terancam Ambruk

Masyarakat dan Pengusaha Perbaiki Sendiri Jembatan Peninggalan Belanda di Desa Namorih

- Selasa, 10 Januari 2017 11:23 WIB
843 view
Masyarakat dan Pengusaha Perbaiki Sendiri Jembatan Peninggalan Belanda di Desa Namorih
SIB/Leo Bukit
Pasta Surbakti sedang mengawasi sejumlah pekerja yang sedang mengerjakan perbaikan jembatan peninggalan Belanda yang terletak di Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu, Senin (9/1).
Pancurbatu (SIB)- Merasa tidak mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, masyarakat dan pengusaha di Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang akhirnya turun tangan secara swadaya memerbaiki sendiri jembatan peninggalan Belanda yang lama terlantar tidak dirawat di desa tersebut.

Pasalnya, kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan dan terancam ambruk. Hal itu dikatakan pengawas pekerja sekaligus masyarakat Desa Namorih, Pasta Surbakti (58) didampingi masyarakat lainnya kepada wartawan di Desa Namorih, Senin (9/1).

Katanya, jembatan ini sangat vital bagi masyarakat Desa Namorih dan masyarakat luas. Diharapkan, Pemkab Deliserdang membuat jembatan baru, karena jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat yang menghubungkan Kecamatan Kutalimbaru dan wilayah lain seperti Langkat yang masuknya dari Namotating, Laubekeri ke Kecamatan Pancurbatu.

"Bila Pemkab Deliserdang tidak menangani jembatan yang berada sepuluh meter di atas air sungai itu, dikhawatirkan akan menelan korban jiwa. Lantai jembatan sudah beberapa kali dilakukan perbaikan, namun karena usianya yang sudah cukup tua ini membuat lantainya tidak bisa bertahan lama. Ketika mobil berat melintas, maka semua badan dan penyangga jembatan bergetar seakan mau ambruk," bebernya.

Jembatan yang sekarang sedang diperbaiki katanya, yaitu pertahanan lantai jembatan sudah putus dan diganti dengan besi yang baru. "Sebelumnya pertahanan lantai jembatan sudah putus selama empat hari dan tak bisa dilalui. Kami alihkan pengguna jalan ke Jalan Kuala Lau Tengah, Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu. Oleh karena itu, kami (masyarakat dan pengusaha) secara swadaya memerbaiki," ujarnya.

Selain jembatan, kata Pasta, drainase yang berada di Desa Namorih kurang diperhatikan oleh pemerintah. Memang saat ini, Jalan Namorih sudah diaspal, akan tetapi tidak akan tahan lama dikarenakan drainasenya tidak ada.

Terpisah, Kepala Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu, Andi Warista membenarkan masyarakat dan pengusaha memerbaiki jembatan itu secara swadaya. Ia mengakui kondisi jembatan yang berukuran 22 kali 2.8 M itu sangat memprihatinkan.

Andi juga mengakui sudah memohonkan ke Pemkab Deliserdang agar jembatan itu segera diperbaiki atau diganti baru guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun kenyataannya hingga awal 2017 ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. (A18/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru