Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Lupakan Jokowi Effect, Tokoh Masyarakat yang Akan Mempengaruhi Pilihan Rakyat

Redaksi - Selasa, 26 Juli 2022 19:12 WIB
393 view
Lupakan Jokowi Effect, Tokoh Masyarakat yang Akan Mempengaruhi Pilihan Rakyat
Foto: Ist
Presiden RI Joko Widodo. 
Jakarta (harianSIB.com)
‘Jokowi Effect’ hanya mainan para kelompok pendukung, karena pemilih yang akan memilih Capres/Cawapres yang sebenarnya adalah mereka yang berkenan dan bisa dipengaruhi oleh tokoh masyarakat.

“Presiden Jokowi punya dampak terhadap kelompok - kelompok penggerak pemilih, tetapi tidak ada dampak pada pemilih langsung,” kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah, kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Dikatakan, kelompok penggerak pemilih yang dimaksud misalnya relawan, kelompok yang berkepentingan melakukan propaganda, namun suara pemilih sebenarnya diwakili dalam bentuk survei opini publik. Dalam skema survei tentu melakukan asesmen terhadap preferensi politik responden. Bisa dipastikan bahwa pemilih bukan saja punya hak memilih, tetapi juga mengikuti perkembangan politik saat survei itu dilakukan.

Lembaga survei Indonesia Political Opinion, lanjut Dedi, juga menjalankan sejumlah survei opini publik terkait politik.

Sehingga apapun hasilnya murni pilihan dari pemilih. Tidak ada referensi pemilih apa yang diusung Presiden Jokowi yang akan dipilih hampir tidak ada. Sehingga pilihan politik, pilihan pada tokoh potensial terusung pada pilpres 2024, murni tokoh yang disukai responden saat survei dilakukan, termasuk pilihan responden untuk siapa yang dipilih.[br]

Kalaupun ada pihak lain yang mempengaruhi pilihan pemilih, umumnya mereka adalah komunitas atau orang yang dekat, misalnya Ketua RT, Ketua Adat dan tokoh masyarakat. Bahkan jika Presiden Jokowi terang-terangan menunjuk Capres/Cawapres tidak akan menimbulkan Jokowi effect untuk mendongkrak elektabilitas maupun popularitas calon.

Namun, tidak bisa dianggap faktor Jokowi, hanya mungkin karena apa yang disarankan Jokowi sudah sesuai dengan pilihan responden.

Tidak Berpihak

Pengamat politik Emrus Sihombing menilai wajar dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap kandidat Calon Presiden (Capres) di Pemilu 2024 tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan elektabilitas calon. Karena memang Jokowi tidak menunjukkan keberpihakan pada salah satu nama yang digadang-gadang maju dalam Pilpes 2024. Selama Jokowi belum berpihak, maka sulit untuk mengatakan ada atau tidaknya efek Jokowi tersebut.

"Saya kira sangat sederhana. Di situlah menunjukkan Presiden Jokowi tidak berpihak pada salah satu calon. Kalau dia berpihak pada salah satu calon, baru kita mengatakan ada Jokowi effect atau tidak," kata Emrus sambil menambahkan Jokowi tidak memberikan suatu dukungan verbal maupun non-verbal, langsung atau tidak langsung pada salah satu bakal calon Presiden, bahkan terhadap Ganjar Pranowo yang santer disebut-sebut sebagai pengganti Jokowi.

Karena itu, sangat wajar Jokowi effect belum ada pengaruh terhadap salah satu kandidat. Lain halnya, jika Pak Jokowi memberikan sinyal-sinyal dengan memberikan kriteria-kriteria tertentu Calon Presiden yang kriteria itu spesifik pada seseorang walaupun tidak disebut namanya.

Emrus menegaskan Jokowi akan tetap diperhitungkan dalam kontestasi Pilpres 2024 oleh berbagai kekuatan politik. Artinya, masih dihargai, karena sampai pelantikan Presiden (baru), Jokowi tetap sebagai Presiden kita.

Selain itu, keberhasilan dalam aspek pembangunan menjadikan Jokowi sebagai sosok yang sangat dihargai oleh kekuatan-kekuatan politik di Indonesia. Tidak sekadar pembangunan infrastruktur atau fisik, tetapi juga membangun Bhineka Tunggal Ika di Indonesia.(J1)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru