Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

HUT Ke-5, Tekad Batak Center Terus Perjuangkan Nilai-Nilai Habatakon

Redaksi - Kamis, 07 September 2023 10:13 WIB
447 view
HUT Ke-5, Tekad Batak Center Terus Perjuangkan Nilai-Nilai Habatakon
Foto: Dok/Batak Center
Foto bersama usai Perayaan HUT ke-5 Batak Center di Sekretariat Batak Center, Jakarta, Senin (4/9/2023). Dari Kanan: Drs Jerry R Sirait, Ir Sintong M Tampubolon, Prof Dr Bomer Pasaribu dan Ir Lambok Sianipar. 
Jakarta (harianSIB.com)

Ibadah dan Perayaan HUT ke-5 Batak Center berlangsung penuh makna dihadiri oleh ormas dan lembaga Batak lainnya yang diadakan di Sekretariat Batak Center, Jakarta, Senin (4/9/2023).

Dalam perayaan tersebut, diadakan refleksi singkat dengan menghadirkan beberapa pembicara, antara lain, Prof Dr Bomer Pasaribu, Prof Dr Mompang L Panggabean, dan Dra Arta Peto Sinamo, Dip Ed, MA in Ed.

Batak Center didirikan pada 18 Agustus 2018 di Jakarta oleh ratusan tokoh masyarakat Batak di Jabodetabek dan beberapa daerah, dengan visi “Terwujudnya masyarakat Batak Raya yang mampu melestarikan dan mengembangkan budaya dan peradaban Batak yang modern demi kemajuan dan martabat suku Batak sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia dan masyarakat dunia.”

“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan dimana Batak Center telah memasuki usianya yang kelima tahun dan telah banyak program berjalan dengan baik,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Batak Center, Sintong M Tampubolon, dalam keterangannya, Kamis (7/9/2023).

Sintong juga mengucap syukur beberapa program telah dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun ini. Di antaranya, Batak Center pernah menggelar Ulos Fest 2019 pada November 2019, yang berlanjut pemenuhan rekomendasi dengan mengantarkan ulos sebagai warisan dunia tak benda yang kemudian Pemerintah RI mengajukan ke UNESCO dengan nomenklatur ‘Budaya Tenun Nusantara’.

“Kita sementara menunggu keputusan UNESCO. Saat proses pengajuan ke UNESCO, Batak Center berperan aktif dan penting sebagai tim perumus dan pengisi dossier (berkas) mewakili Pemerintah RI c.q. Kemendikbud Ristek RI mengacu pada Surat Keputusan dan penugasan Gubernur Sumatera Utara,” jelasnya.

“Salah-satu rekomendasi Ulos Fest 2019 yang menjadi pekerjaan rumah Batak Center adalah mendirikan Museum Ulos di sekitar Kawasan Danau Toba atau Jabodetabek,” tambah dia.

Selain itu, lanjut Sintong, program lainnya yang pernah dilakukan adalah menghadiri Upacara Hari Raya Sipahalima yang diadakan Komunitas/ Umat Parmalim di Sionggang, Tobasa. Juga, menggelar Lomba Lagu Batak Terpopuler versi Batak Center dan kegiatan Bulan Kebudayaan Batak dan Pra-Kongres I Kebudayaan Batak Toba pada September 2022.

“Kita berharap Batak Center lebih banyak lagi berkiprah ke depan dalam melestarikan kekayaan Budaya Batak yang sebetulnya mengandung nilai-nilai universal sehingga bisa bermanfaat bagi orang Batak dan masyarakat dunia,” pungkas Sintong.

Sementara Sekjen Batak Center, Jerry R Sirait berharap pengalaman lima tahun ini dapat menjadi modal besar untuk memajukan Batak Center kedepan sebagai milik masyarakat Batak, Indonesia dan mondial.

“Apa yang diperjuangkan Batak Center adalah nilai-nilai luhur Habatakon dalam arti luas yang menyangkut aspek kemanusiaan, bermasyarakat dan bernegara serta kemajuan teknologi kedepan,” imbuhnya.

Ketua Penasehat Batak Center, Prof Dr Bomer Pasaribu, mengutarakan, perjuangan Batak Center sebetulnya berbasis kepada nilai-nilai Habatakon, yang juga bagian integral dari nilai-nilai keIndonesiaan.

“Dalam Pustaha Tumbaga Holing disebutkan prinsip-prinsip fundamental Habatakon berupa nilai-nilai kebenaran, kejujuran, keadilan, kebersamaan dan gotong royong itu tidak terpisahkan dari nilai-nilai kita,” kata dia.

“Betul bahwa ada perbedaan dan kebhinekaan, tapi dalam perbedaan itu selalu terikat dengan apa yang disebut ketunggalan. Jadi Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bagi masyarakat Indonesia dalam alam Pancasila juga bagian integral daripada semangat nilai-nilai Habatakon,” lanjutnya.

Menurut Bomer Pasaribu, nilai-nilai Habatakon juga bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai Negara Kesejahteraan Pancasila.

“Dimana nilai-nilai kemanusiaan, kejujuran, keadilan untuk membangun masyarakat adil dan makmur itu juga bagian dari basis nilai-nilai untuk membangun nilai Habonaran (trust), Hasintongan (truth), dan Hatigoran (integrity),” tandasnya.(*)


Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru