Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

LABB Bersama Perwakilan Marga Batak Rumuskan Pesta Pernikahan Batak dengan Konsep 3E

Redaksi - Selasa, 12 Maret 2024 19:18 WIB
862 view
LABB Bersama Perwakilan Marga Batak Rumuskan Pesta Pernikahan Batak dengan Konsep 3E
Foto: harianSIB.com/Victor Ambarita
FOTO BERSAMA: Pengurus DPP dan DM LABB serta para peserta dari perwakilan marga Batak foto bersama, di Kampus Mpu Tantular, Jak
Jakarta (harianSIB.com)
Guna merumuskan pesta pernikahan adat Batak dengan konsep 3E (esensial, efektif dan efisien), Dewan Pengurus Pusat Lokus Adat Budaya Batak (DPP LABB) bersinergi dengan Dewan Mangaraja LABB mengadakan urun rembug dengan para perwakilan punguan marga Batak di Kampus Mpu Tantular, Jakarta, Senin (11/3/2024).
Adapun tema kegiatan “Patotahon Dohot Pasingkophon Haimbaruon Paradaton Ulaon Unjuk Mangihuthon Hamajuon ni Zaman Lahon Mangeahi Konsep 3E (Esensial, Efektif Dohot Efisien)”.
“Kegiatan ini penting mengingat banyaknya kritik dari orang Batak berpikiran modern yang tinggal di Jakarta. Sebab, selama ini kita di dalam melaksanakan pesta pernikahan adat Batak selalu berakhir sampai malam hari. Hal ini sangat tidak efektif dan tidak efisien,” tegas Ketua Umum DPP LABB, Kol TNI (Purn) Nasib Simarmata kepada wartawan.
Atas dasar itu, lanjutnya, LABB berinisiatif memfasilitasi dan mengumpulkan para pengurus marga dan protokol serta raja parhata Batak di Jakarta.
Nasib berharap setelah kegiatan ini, para raja parhata dan protokol akan kembali ke punguan marganya dan melaksanakan paradaton dengan mempertimbangkan ketiga hal tersebut yakni esensial, efektif dan efisien.
“Diharapkan acara pernikahan adat di setiap marga bisa selesai dari pagi sampai pukul 17.00 WIB (jam 5 sore) dalam rangka efektif dan efisiensi, namun tetap menjaga esensialnya. Juga, kita dalam rangka menghormati aturan lokal lantaran ada beberapa gedung saat ini setelah jam 5 sore tidak bisa lagi menggunakan microphone dan musik. Artinya, Tulang paranaknya ketika terakhir menyampaikan ucapan tidak bisa pakai mic lagi,” jelasnya.
Kesimpulan yang telah disepakati semua perwakilan marga tersebut, kata Nasib, diharapkan berdampak positif dan bisa dirasakan oleh orang Batak yang berada di Jakarta.
Menurutnya, agar lebih fokus, kegiatan pada hari itu merupakan gelombang pertama yang khusus diikuti marga-marga Batak di Jabodetabek. Di mana terdata ada sekitar 200 punguan marga Batak di Jabodetabek.
“Kegiatan berikutnya, kita juga akan adakan dengan perwakilan marga-marga Batak yang berbeda, bukan marga-marga yang sekarang hadir,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Nasib juga berharap ada keseragaman di antara raja parhata dan protokol dalam melaksanakan acara pesta nikah adat Batak dengan fokus terkait “di Taruhon Jual” maupun “di Alap Jual”.
“Tentunya harapan agar pesta nikah adat Batak dapat selesai pukul 17.00 WIB, bukan berarti menghilangkan esensi adat Batak. Perlu juga diketahui, pada saat pandemi Covid-19, kita juga sudah pernah melaksanakan pesta nikah adat Batak hanya sampai pukul 17.00 WIB, dan bisa kok. Jadi, kita mengajak kembali para protokol dan raja parhata untuk lebih smart melaksanakan paradaton dengan memperhatikan faktor 3E ini,” katanya.
Ketua DM LABB, St Dr Pontas Sinaga mengatakan kegiatan tersebut diadakan lantaran adanya temuan di lapangan semakin banyak kaum muda milenial Batak yang menjauh dari kegiatan adat Batak, karena dianggap terlalu lama sehingga dianggap memboroskan tenaga, pikiran, waktu dan biaya.
“Memang adat Batak itu rumit. Sebab itu, pada hari ini kami bersama para raja parhata berupaya untuk menyederhanakan agar paradaton semakin efektif dan dan efisien namun esensinya tidak hilang,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Adat dan Seni Budaya DPP LABB, Justin Sinambela menguraikan kegiatan ini bermaksud untuk menyamakan persepsi, menyatukan pendapat dan pemikiran dalam melaksanakan adat perkawinan (pesta unjuk) baik di ulaon pesta “di Taruhon Jual” maupun “di alap jual”.
“Hasil kesimpulan dari pertemuan ini sudah sangat baik. Semoga perwakilan 25 marga Batak yang kita undang pada saat ini bisa melaksanakan keputusan bersama yang telah disepakati terkait konsep 3E dalam pesta unjuk,” katanya.
Diterapkannya konsep 3E dalam pesta unjuk yang dapat selesai sampai pukul 17.00 WIB tersebut, diharapkan membuat kaum muda milenial Batak tidak lagi merasa bosan ketika mengikuti pesta perkawinan Batak.(*)


Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru