Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

PERHAPI: Banjir Garoga Dipicu Hujan Ekstrem, Tambang Jadi Buffer

Donna Hutagalung - Rabu, 04 Maret 2026 16:29 WIB
120 view
PERHAPI: Banjir Garoga Dipicu Hujan Ekstrem, Tambang Jadi Buffer
Foto: Dok/Perhapi
FGD membahas dampak operasi penambangan terhadap permasalahan bencana lingkungan dengan studi kasus DAS Garoga, yang digelar PERHAPI di Jakarta.

"Setiap keputusan terhadap kelanjutan operasi pertambangan harus didasarkan pada kajian mendalam. Kami merujuk pada kajian independen CENAGO ITB serta presentasi para pakar untuk menjelaskan aspek teknis pertambangan yang benar. Validasi ini bertujuan memastikan kebijakan pemerintah berbasis sains," ujarnya, Rabu (4/3/2026), sebagaimana rilis yang diterima harianSIB.com.

PERHAPI menyatakan akan merangkum seluruh rekomendasi FGD, termasuk hasil kajian CENAGO, untuk disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut. Organisasi itu juga menilai kepastian keputusan terkait operasional industri di wilayah terdampak diperlukan agar pengelolaan dampak sosial dan ekonomi dapat dilakukan secara terukur.

Dewan Pakar PERHAPI, Irwandy Arif, menambahkan, kegiatan pertambangan memang memiliki risiko lingkungan, namun perusahaan wajib menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik (good mining practice) secara konsisten, seperti yang dilakukan PT Agincourt Resources (PTAR).

Infrastruktur teknik seperti sistem drainase dan settling pond disebut terbukti berfungsi sebagai penahan air vital yang mengendalikan limpasan dalam area operasional.

Ia juga menjelaskan, secara hidrologi dan morfologi, lokasi Tambang Emas Martabe terpisah dari wilayah terdampak banjir bandang. Dari sistem aliran air dan bentuk lahan, lokasi tambang tidak berada dalam satu sistem yang sama dengan area banjir di DAS Garoga.

Sementara itu, Koordinator Tim Riset CENAGO ITB, Heri Andreas, memaparkan hasil kajian terkait bencana banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Menurutnya, banjir dan longsor akhir November 2025 dipicu cuaca ekstrem yang berkaitan dengan fenomena Siklon Tropis Senyar, dengan anomali presipitasi yang jarang terjadi.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PWI Kerjasama Tambang Emas Martabe Gelar UKW di Padangsidimpuan
Dinas ESDM Wilayah IV Imbau Rekanan Tidak Beli Material dari Tambang Ilegal
Holding BUMN Tambang Targetkan Ekspor Rp 37 Triliun di 2018
DPR Usir Perusahaan Tambang, ESDM: Bangun Smelter Tak Bisa Singkat
Jokowi Teken Aturan Pajak Baru bagi Pengusaha Tambang Mineral
KPK Cek Tanah Mengandung Tambang Bacaleg Rp20 T Jika Terpilih
komentar
beritaTerbaru