Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

YFAS 90 Gelar Diskusi IWD 2026, Serukan Semangat 'Give to Gain' Antar-Perempuan

Victor R Ambarita - Senin, 09 Maret 2026 18:35 WIB
411 view
YFAS 90 Gelar Diskusi IWD 2026, Serukan Semangat 'Give to Gain' Antar-Perempuan
Foto Bersama: Foto bersama usai diskusi bertajuk "Berdaya Perempuan, Berdaya Komunitas" dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) 2026 yang diadakan Yayasan Forum Adil Sejahtera 90 (YFAS 90

Jakarta(harianSIB.com)

Yayasan Forum Adil Sejahtera 90 (YFAS 90) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk "Berdaya Perempuan, Berdaya Komunitas" dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD) 2026.

Acara yang digelar di Hotel Balairung, Jakarta, Minggu (8/3/2026), ini menekankan pentingnya solidaritas antar-perempuan melalui kampanye global "Give to Gain".

Diskusi ini menghadirkan Susi Rio Panjaitan, Ketua Yayasan Rumah Anak Mandiri, sebagai pembicara utama. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pelaksana YFAS 90, Pelikson Silitonga, SH, didampingi perwakilan dari Federasi Gabungan Serikat Buruh Mandiri (F-GSBM) dan Serikat Pengemudi Online Indonesia (SePOI).

Baca Juga:
Dalam sambutannya, Pelikson Silitonga menjelaskan, tema "Give to Gain" merupakan gerakan untuk saling memberi dukungan demi kemajuan bersama.

Menurutnya, investasi sosial berupa dukungan karir, berbagi pengetahuan, hingga melawan bias gender akan membuahkan kesetaraan yang lebih baik.

"Memberikan dukungan kepada perempuan bukan berarti kehilangan. Ini adalah investasi yang akan kembali dalam bentuk kekuatan dan kemajuan kolektif," tegas Pelikson.

Ia juga menyoroti fenomena Queen Bee Syndrome, di mana sesama perempuan justru kerap menjadi penghalang bagi perempuan lainnya di lingkungan kerja.

Berdasarkan data yang dipaparkan, hampir 58% perundungan di tempat kerja dilakukan oleh perempuan, dengan 90% korban yang juga merupakan perempuan.

Senada dengan hal tersebut, Susi Rio Panjaitan dalam paparannya menekankan tantangan terbesar perempuan seringkali datang dari minimnya dukungan sesama kaum hawa.

Ia mengajak para peserta, terutama mereka yang berprofesi sebagai pengemudi daring (ojol), untuk membangun ekosistem yang suportif.

"Perempuan harus menguatkan perempuan, bukan malah melemahkan. Musuh utama kita terkadang bukan laki-laki, melainkan sikap kita yang tidak mau berdiri membela satu sama lain," ujar Susi.

Susi juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional di tengah beban kerja yang berat.

Ia mengingatkan perempuan cenderung memiliki kecerdasan dan ketekunan tinggi, namun potensi tersebut sering terhambat oleh konflik internal dan stigma sosial.

"Jangan takut memberi ilmu atau dukungan. Memberi tidak akan membuat rezeki kita berkurang, justru membangun ekosistem yang membuat suara perempuan lebih didengar oleh negara," tambahnya.

Kegiatan peringatan IWD 2026 ini ditutup dengan tausiyah oleh Ustad Sudedi dan sesi buka puasa bersama, sebagai simbol kebersamaan dan penguatan spiritual bagi para peserta.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pendidikan Tantangan Terbesar Pemberdayaan Perempuan
Bupati Soekirman: Pemberdayaan Perempuan Fokus Utama
Konsisten Memperjuangkan Kesetaraan Gender
Gubsu Harap Hari Ibu Momentum Kesetaraan Gender di Sumut
Indah Suryadharma Ali : Seluruh Potensi Harus Diangkat Demi Kesetaraan Gender Terwujud di Indonesia
Komisi Pemberdayaan Perempuan KWI Gelar Lokakarya se-Regio Sumatera di Medan
komentar
beritaTerbaru