Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Rektor dan Mahasiswa Unsoed Tolak MBG serta Koperasi Merah Putih

Redaksi - Minggu, 28 Juni 2026 14:40 WIB
145 view
Rektor dan Mahasiswa Unsoed Tolak MBG serta Koperasi Merah Putih
Foto: Dok/Kompas
Rektor Unsoed bersama sejumlah mahasiswa membacakan pernyataan sikap terkait MBG dan Koperasi Merah Putih.

Purwokerto(harianSIB.com)

Jajaran rektorat bersama mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, menyatakan sikap menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Pernyataan tersebut disampaikan dalam aksi mahasiswa di depan Gedung Rektorat Unsoed pada Senin (22/6/2026), dan dibacakan langsung oleh Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq.

Pernyataan sikap itu muncul setelah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berdialog dengan jajaran rektorat terkait keikutsertaan salah satu mahasiswa Unsoed dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pada akhir pertemuan, mahasiswa meminta rektor menandatangani serta membacakan pernyataan sikap yang telah mereka susun.

Dalam pernyataan tersebut, rektorat dan mahasiswa menegaskan, keterlibatan individu dalam agenda kunjungan kerja Wakil Presiden tidak dapat dianggap sebagai representasi sikap seluruh mahasiswa maupun gerakan mahasiswa secara kolektif.

Mereka juga menyatakan penolakan terhadap berbagai bentuk kooptasi dan kompromi politik yang dinilai menjadikan mahasiswa sebagai instrumen pencitraan kekuasaan di tengah berbagai persoalan bangsa yang belum terselesaikan.

Baca Juga:
Selain itu, mereka menyampaikan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih yang dinilai berdampak pada pemangkasan anggaran pendidikan, kesehatan, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga dianggap berpotensi merugikan masyarakat.

Pernyataan tersebut juga menegaskan sikap yang disampaikan bukan ditujukan untuk menyerang individu tertentu, melainkan sebagai upaya menjaga independensi gerakan mahasiswa dari kepentingan politik praktis yang dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa.

Mahasiswa juga mendesak pihak rektorat untuk memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban secara terbuka terkait proses penunjukan serta keterlibatan mahasiswa dalam agenda kunjungan kerja bersama Wakil Presiden. Selain itu, mereka meminta adanya sikap tegas rektorat terhadap tuntutan mahasiswa, termasuk tidak menghadirkan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih di lingkungan kampus Unsoed.

Menanggapi pernyataan yang dibacakannya, Prof. Akhmad Sodiq menyebut sikap tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dengan mahasiswa. Namun, ia menegaskan perguruan tinggi tetap harus menjalankan fungsi sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Ini sikap bersama mahasiswa, tapi posisinya tetap bahwa perguruan tinggi itu di Tri Dharma, tidak bisa melebihi dari itu," ujar Sodiq saat dikonfirmasi dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed, Azza Febra Pramudika, mengatakan pihaknya akan mengawal komitmen yang telah disampaikan rektor.

"Kami pasti akan mengawasi secara komprehensif supaya apa yang disampaikan dan dinyatakan oleh Pak Rektor hari ini tidak dikangkangi dan tidak dicederai kembali dengan melakukan agenda-agenda politik kekuasaan tanpa transparansi kepada mahasiswa," katanya.

Azza berharap pihak rektorat konsisten terhadap pernyataan sikap yang telah dibacakan. Menurutnya, mahasiswa menolak berbagai proyek strategis nasional yang dinilai membebani APBN dan meminta komitmen nyata dari pihak kampus.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa Unsoed menggelar aksi di Gedung Rektorat pada Senin sore sebagai bentuk protes dan kekecewaan atas keikutsertaan salah satu mahasiswa dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Unsoed Diharap Usulkan Pencabutan Gelar Profesor Pius Lustrilanang
Guru Besar Unsoed Nilai Vonis Sambo dan Putri Bakal Sesuai Tuntutan Jaksa
Terapkan Keadilan Restoratif, Unsoed Anugerahi Sanitiar Burhanuddin Gelar Profesor dan Guru Besar Tidak Tetap
Ratusan ‟Omak-omak‟ dan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor Bupati Asahan
Honda Ajak Mahasiswa Simalungun Jadi Pelopor Safety Riding
Gerakan Mahasiswa Batak Toba Bersihkan Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII
komentar
beritaTerbaru