Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 Juli 2026

Sambut Paskah, IMMS Akan Gelar Drama Kolosal "Jesus Terpajal di Tano Batak" di Parapat

- Minggu, 13 April 2014 21:15 WIB
1.343 view
Sambut Paskah, IMMS Akan Gelar Drama Kolosal
SIB/int
Ilustrasi
Parapat (SIB)- Dalam rangka menyambut Paskah, seratusan muda – mudi antar lintas gereja di Parapat yang tergabung dalam wadah IMMS (Ikatan Muda Mudi Siburak-burak) akan menggelar drama kolosal “Jesus Tarpajal di Tano Batak” di lapangan terbuka Pagoda Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon - Simalungun, Jumat (18/4) yang dimulai pukul 15.00 WIB mendatang. Drama tersebut dikemas dalam nuansa etnik Batak dimana seluruh pemain mau pun penari menggunakan kustum ulos atau kain khas Batak.

Hal itu disampaikan Sutradara Sarido Ambarita didampingi Ketua Umum Hotman Simanjuntak, Ketua Pelaksana Henry Pasaribu, Sekretaris Oloan Ambarita, Bendahara Jojong Manullang, Koordinator Dana Hendro Imlek Sidabutar, kepada SIB di Parapat, Jumat (11/4).

Dikatakan Sarido, drama yang diperankan IMMS, sekaligus sebagai EO (Event Organizer) itu adalah suatu refleksi Jesus lahir di setiap hati manusia yang mempercayaiNya. Jika selama ini Yesus dikenal lahir dan disalibkan di bukit Golgatha di Tanah Israel, maka drama kolosal ini dikemas dengan nuansa etnik Batak.

Menurut penjelasan penulis skenario yang sekaligus bertindak sebagai sutradara, Sarido Ambarita, judul tersebut menandakan bahwa Yesus sesungguhnya lahir di setiap hati umat yang mempercayai Nya. Lewat pergelaran drama tersebut Yesus digambarkan lahir dan mengajarkan perilaku kasih serta tabiat berbuat baik kepada siapa saja.

Masih dalam penjelasan Sarido, cerita dimulai ketika Tanah Batak masih menganut kepercayaan kuno ketika itu.  Sesuai zamannya, peranan datu atau dukun sangat penting dan menjadi mediator antara manusia dengan sang Mulajadi Na Bolon atau Sang Kuasa Pencipta alam semesta. Di tengah situasi itu, seorang raja merasa gundah gulana dengan mimpinya sehingga harus bertanya dan minta petunjuk dukun akan makna atau tafsir firasat mimpinya. Tidak diduga, jawaban dukun sangat mengejutkan. Ada sesuatu yang tak beres dimana kekuasaan sang raja bakal lengser dengan kehadiran seorang pemuda.Betapa murkanya raja tersebut dan segera memerintahkan prajuritnya untuk mencari tahu siapa sesungguhnya tokoh yang dimaksud dukun.

 Ternyata ramalan dukun sangat tepat. Dari penyelidikan para serdadu terungkap bahwa seorang pemuda bernama Yesus sudah memiliki pengaruh yang kuat di tengah-tengah masyarakat. Pengikutnya makin bertambah banyak bahkan memiliki duabelas murid yang selalu setia menyertainya berkhotbah ke mana pun. Para intel raja pun juga  menuturkan bahwa pemuda tersebut dikenal kharismatis dan bisa mengobati berbagai penyakit. Yang lebih tak masuk diakal, bahkan orang mati pun bisa dihidupkan kembali. Merasa kekuasaannya bakal terancam, sang raja segera memerintahkan para prajurit untuk menangkapnya. Dan Dia pun diadili setelah terlebih dahulu sang raja menghasut rakyatnya agar tidak mempercayaiNya. Alhasil, hasutan raja berhasil. Rakyat menuntut agar Yesus diadili. Sesuai dengan keinginannya, sang raja pun memerintahkan agar Yesus disalibkan.

Murni Swadaya Masyarakat
Sementara itu, Ketua Pelaksana Henry Pasaribu mengatakan, pergelaran drama tersebut dikemas tidak hanya sekedar mengadaptasi isi Alkitab semata. Makna yang lain, dari kemasan cerita yang sarat dengan budaya Batak diharapkan menjadi daya tarik tersendiri dari sisi wisata rohani. “Ini yang keempat kalinya digelar. Tahun ini, sebagai penyelenggara dipercayakan kepada Ikatan Muda Mudi Siburak-burak sebagai EO (event organizer),” ujarnya.
Menurutnya, sejak dipentaskan pertamakalinya beberapa tahun silam hingga sekarang, acara tersebut tidak pernah mendapat dukungan Pemerintah. “Padahal acara ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi kota wisata Parapat dari sisi wisata religi. Karena itulah acara ini selalu swadaya murni masyarakat tanpa mendapat dana sepeser pun dari pemerintah. Bahkan terkesan menutup mata,” tandasnya.

Dambakan Bantuan
Hal senada juga diungkapkan Koordinator Dana Hendro Imlek Sidabutar dengan mengatakan, pihaknya terpaksa meminta-minta kepada warga Parapat dan juga para donator yang bersedia membantu. Padahal acara ini membutuhkan dana besar. Tidak hanya  biaya latihan, property dan seperangkat gondang Batak juga harus disiapkan di samping sound system berkapasitas besar. Acara yang dipentaskan di panggung terbuka Pagoda kelak disulap sedemikian rupa sehingga menyerupai perkampungan Batak di mana rumah adat berdiri dan iringan gendang mengalun. Karena itulah, pihaknya sangat mengharapkan bantuan donasi dari siapa pun khususnya warga Parapat yang berada di perantauan. “Tidak sampai disitu, malamnya juga akan dilanjutkan hiburan dan bazaar Paskah. Kami juga berencana menghadirkan artis penyanyi asal Parapat yang sudah dikenal secara nasional khususnya di kalangan Batak yaitu Trio Amsisi 2000 dan Alex Rudiart Hutajulu. Karena itulah bagi yang berkenan dapat mengirimkan donasi melalui nomor rekening Ikatan Muda Mudi Parapat yaitu Bank Sumut dengan nomor 223.02.03001723-8,” papar Sidabutar. (C11/c).



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru