Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Kenakan Tato Logo Gereja, Salahkah?

* Renungkan Imamat 19;28 dan Mazmur 139, * gereja Hillsong NYC gelar Ibadah Unik dan Trendy
- Minggu, 30 Maret 2014 20:17 WIB
1.066 view
Kenakan Tato Logo Gereja, Salahkah?
Florida (SIB)- Hingga saat ini, mengenakan tato menjadi suatu hal yang aneh dan negatif bagi orang Kristen. Namun berbeda dengan jemaat Gereja The Cross Mount, Florida, yang mengaku tertarik dengan "gurauan" pendeta Zach Zehnder untuk mengenakan tato berlogo gereja itu di tubuh mereka.

Meski awalnya, ungkapan itu hanya sekedar gurauan, namun ia merasa terkejut lantaran banyak dari jemaat yang telah memiliki logo berwarna biru dan hijau itu di tubuh mereka. Kendati begitu, ia mengaku senang dengan keputusan jemaatnya.

"Setiap tato memiliki cerita. Gambar iman yang telah berjuang dengan waktu. Jadi jika kita dapat menciptakan cara untuk memulai percakapan, tidak akan lebih baik dari itu," kata Zehnder, Rabu (19/3).

Zehnder mengaku tato bukanlah hal yang lazim bagi orang Kristen. Seperti terkait ayat alkitab yang tertulis dalam Imamat 19: 28, dengan tegas menyampaikan untuk tidak menggoresi tubuh dan merajah tanda-tanda pada kulit. Namun, ia menyebut "lelucon" pembuatan tato bertema Kristen ini bertujuan untuk dapat membangun interaksi dan penerimaan di gereja, termasuk penerimaan dari orang-orang luar.

Zehner berpendapat bahwa tato serupa seperti salib, dimana Yesus ditusuk secara permanen demi dosa-dosa manusia. Senada dengan itu, pendeta Gereja Greer Mill Carolina Selatan, Jamie Bertolini menandaskan pula bahwa tato bertema Kristen menjadi media untuk dapat menarik perhatian orang lain dan menyampaikan pesan tentang Yesus.

Bagi sebagian kita, mungkin akan sangat sulit menerima pandangan demikian. Namun, sebelum memutuskan mengenakan tato cobalah untuk merenungkan Mazmur 139 dimana Tuhan berpikir bahwa kita adalah sebuah mahakarya Tuhan yang tak perlu dihiasi dengan perhiasan tambahan.

Ibadah Unik dan Trendy
Sementara itu, Gereja Hillsong New York City (NYC) menjadi salah satu gereja yang cukup unik lantaran sangat berbeda dengan gereja tradisional kebanyakan. Gereja yang dipimpin oleh pendeta Carl Lentz ini menampilkan ibadah berupa konser dan ibadah pujian dengan gaya trendy.

Dalam penampilannya, Lentz lebih tampak seperti penyanyi rock dibanding seorang pria bersetelan rapi. Ia mengenakan jaket dan jeans, bukan dasi dan jas. "Gereja kita menakjubkan, aku suka ini. Ini (gereja) sangat tidak sempurna dan itu sebabnya semua orang merasa cocok," ujar Lentz.

Pendeta berusia 35 tahun ini bahkan menyambut mereka yang enggan pergi ke gereja lantaran memiliki persepsi negatif terhadap gereja. "Gereja kami mencoba untuk menjangkau orang lain untuk mengalami hadirat Tuhan secepat mungkin. Satu-satunya hal yang mengubahkan kehidupan orang-orang adalah kuasa Roh Kudus, sehingga anak muda menyukainya," lanjut Lentz. Untuk diketahui, Gereja Hillsong NYC banyak dikunjungi oleh kalangan artis, tak terkecuali dengan penyanyi pop remaja Justin Bieber. Lentz diketahui bahkan menjadi pendeta Bieber. Kendati kehadiran Gereja Hillsong memicu banyak pandangan negatif, namun Lentz menyatakan bahwa dirinya hanyalah orang kecil yang dipakai oleh Tuhan yang besar. "Biarkan orang lain mengatakan apa yang mereka ingin katakan karena jika kamu mulai hidup dalam pujian manusia, kamu akan mati juga dalam kritik mereka, jadi mari hidup benar diantaranya," pungkasnya.

Beragam metode dilakukan oleh gereja untuk menjalankan misi penjangkauannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh pendeta Carl Lentz melalui Gereja Hillsong NYC. Kendati begitu, kita harus mengingat bahwa Tuhan tetap rindu agar setiap orang yang menyembahnya berpenampilan baik dan sopan saat menghadap hadiratNya. (Christianpost.com/JC/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru