Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026

Dua WNI yang Positif Corona Sudah Membaik

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 10:50 WIB
120 view
Dua WNI yang Positif Corona Sudah Membaik
setkab.go.id
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto
Jakarta(SIB)
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang positif Coronavirus Disease (Covid19) saat ini kondisinya bagus.

“Tidak menggunakan selang oksigen karena memang tidak sesak, tidak memerlukan infus karena memang tidak ada kedaruratan, dan kemudian keluhan terakhir ini hanya masih batuk, tidak panas sama sekali. Ini yang kondisi fisiknya,” kata Yuri di Halaman Istana Kepresidenan, sebagaimana dikutip dari infopublik.id, Selasa (3/3/2020).

Kemudian dari tracking yang diakukan karena satu keluarga ini tinggal berempat, dua orang yang lainnya yaitu kakaknya dan pembantunya sudah di-tracking dan dua-duanya negatif. Selain itu akan mencoba tracking teman-temannya yang ikut pesta yang berjumlah kurang lebih 50 orang dari beberapa kebangsaan.

Kasus terakhir yang ada di Indonesia, lanjut Yuri hari ini Selasa (3/3/2020) sudah dilakukan pemeriksaan untuk 155 spesimen, di antaranya ada dua yang positif yang kemarin itu dan masih ada dua yang belum selesai diperiksa karena spesimennya baru masuk, yang lain-lainnya negatif.

“Ini berasal dari 44 rumah sakit di 23 provinsi. Spesimen ini diambil dari mekanisme kewaspadaan kita bahwa semua orang yang masuk ke Indonesia yang berasal dari negara yang transmisi human to human-nya kita yakini ada dan kuat ini kita jadikan kelompok orang dalam pemantauan,” kata Yuri.

Yuri melanjutkan bahwa merekalah yang kemudian dipantau terus-menerus pergerakannya dan tentunya ini menggunakan data track yang disampaikan ke Pemerintah yang kemudian akan dicek manakala ada yang sakit dengan gejala mengarah ke influenza berat.

“Maka kelompok ini dimasukkan ke dalam pasien dalam pengawasan (PDP). PDP inilah yang kemudian kita periksa spesimennya. Jadi PDP inilah yang data terakhir kita mengatakan 155 orang itu. Sekarang masih berjalan terus,” kata Yuri.(*)]

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
komentar
beritaTerbaru