Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026

Lima Wanita Pekerja PT STI Tanjungmorawa Mengadu ke DPRD, Mengaku Disuruh Mundur Karena Kondisi Hamil

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 13:41 WIB
611 view
Lima Wanita Pekerja PT STI Tanjungmorawa Mengadu ke DPRD, Mengaku Disuruh Mundur Karena Kondisi Hamil
Foto SIB/Jekson Turnip
MENGADU: Lima wanita pekerja PT STI yang terletak di Tanjungmorawa datang mengadu ke Komisi B DPRD Deliserdang di Lubukpakam sebab disuruh resign karena diketahui kondisi hamil, Rabu (4/3/2020).
Lubukpakam (SIB)
Lima orang wanita pekerja PT Sumatera Timberindo Industry (STI) yang terletak di Jalan Sultan Serdang Desa Buntu Bedimbar, Tanjungmorawa mengadu ke DPRD Deliserdang di Lubukpakam, Rabu (4/3/2020). Mereka mengaku diminta PT STI agar mundur dalam bekerja karena dalam kondisi sudah hamil.

Kedatangan mereka diterima staf Komisi B DPRD Deliserdang dan secara bergantian menceritakan masalahnya yang disuruh mundur dalam kondisi hamil muda.

Kelimanya masing-masing Ayu Astuty (24), Juni Kurniati (25), Indah Lestari (23), Desi Milawaty (23) dan Maswarni (24). Dan mereka rata-rata sudah 3 tahun bekerja di PT STI. Mereka juga didampingi didampingi Sekretaris KC FSPMI, Rian Sinaga.

"Senin kemarin (2 Maret -red) kami diminta untuk resign, kami tidak mau. Karena kalau udah resign biaya BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan otomatis berhenti, jadi gimana nanti kami mau bersalin," kata Ayu Astuty senada dengan keempat temannya kepada wartawan.

Diceritakan Ayu, setelah mereka tidak mau meneken berkas resign lalu hari Selasa nya kembali masuk kerja. Namun saat itu pihak mandor perusahaan mengusir mereka karena sudah disuruh resign.

"Kami bermohon kepada dewan untuk segera membantu nasib kami ini. Kondisi hamil kami ini akan semakin besar. Kalau nasib kami belum jelas gimana lah kami nanti mau bersalin," keluh mereka yang menyebut PT STI bergerak pada bidang ekspor kayu.

HRD PT STI, Dodi Wahyudi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku tidak bisa berkomentar banyak. "Langsung bicara ke PT outsourcing mereka saja ya pak," sarannya singkat usai dijelaskan wartawan kedatangan kelima wanita itu ke kantor dewan.(*)

Editor
:
SHARE:
komentar
beritaTerbaru