Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 01 Juni 2026

Menhub: Truk Berat Dilarang Beroperasi pada 23 Hingga 26 Desember

- Rabu, 07 Desember 2016 16:10 WIB
573 view
Menhub: Truk Berat Dilarang Beroperasi pada 23 Hingga 26 Desember
Budi Karya Sumadi
Jakarta (SIB) -Kendaraan truk lebih dari 2 sumbu (truk berat) dilarang beroperasi selama libur Natal pada 23-26 Desember 2016. Aturan itu berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengaturan itu dilakukan untuk mengendalikan arus lalu lintas selama libur panjang jelang Natal tahun 2016. Selain pembatasan, dilakukan monitoring dan upaya peningkatan keselamatan selama arus mudik.

"Secara khusus, pembatasan angkutan melakukan satu batasan dalam waktu dan lintasan. Bagi kendaraan lebih dari 2 sumbu tidak diperkenankan beroperasi pada tanggal 23 sampai 26 Desember 2016. Dibatasi pada jalur tertentu terutama di beberapa jalan tol," kata Menhub dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (6/12).

Pembatasan itu mulai diberlakukan pada tanggal 23 Desember pukul 00.00 WIB. Meski demikian, beberapa jenis kendaraan tidak masuk dalam pembatasan.
"Pembatasan tidak berlaku pada kendaraan yang mengangkut bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Juga yang membawa 9 bahan pokok," ujar Budi.

Turut hadir dalam acara ini Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto, Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo, Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono dan Dirjen Perkeretaapian Prasetyo.

Lanjut Budi, Kemenhub dalam mengatur hal ini sudah melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak yang terkait. "Pada saat mengatur liburan ini, kami bekerja sama dengan kepolisian dan Jasa Marga, kami sudah melakukan rapat dan beberapa tempat yang jadi perhatian," ujar Budi.

BNPT Tingkatkan Kesiagaan
Kepala Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengatakan pihaknya meningkatkan kesiagaan jelang hari raya Natal dan Tahun Baru. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi tindak terorisme.

"Kita (siaga) maksimal dari Polri dan BNPT semua agar bagaimana tempat-tempat yang posisi sangat siginifikan seperti tempat keramaian tempat ibadah itu menjadi perhatian kita dan kita juga monitor," ujar Suhardi di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/12).

Suhardi mengatakan BNPT saat masih tetap mengawasi daerah-daerah yang rawan. Hingga saat ini, menurut Suhardi, belum ada tindakan yang mengkhawatirkan.
"Belum ada pergerakan, tapi tetap kita monitor bahkan bisa saja setiap saat bangkit," ucapannya.

BNPT sendiri masih mengawasi beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) yang berangkat ke Suriah. Suhardi mengkhawatirkan sekembalinya dari WNI tersebut dari Suriah akan membawa dampak negatif bagi keamanan Indonesia.

"Beberapa informasi masih ada yang berangkat ke Suriah. Masih ada, tapi tidak saya ungkap di sini . Namun ada upaya-upaya itu. Ini sedang kita deteksi," ujarnya. (detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru