Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 23 Agustus 2026

TEI 2017, Presiden Jokowi Minta Petani Sawit Peroleh Bibit Unggul

- Sabtu, 14 Oktober 2017 14:15 WIB
323 view
TEI 2017, Presiden Jokowi Minta Petani Sawit Peroleh Bibit Unggul
Jakarta (SIB)- Kementerian Perdagangan selama 5 hari 11 - 15 Oktober 2017 menggelar Trade Expo Indonesia (TEI ) 2017 di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) di BSD City, Tangerang.

Salah satu peserta TEI, Asian Agri yang stannya berada di Hall 8 yang mengusung tema pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Bibit unggul kelapa sawit Topaz yang dipamerkan berhasil menarik perhatian Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat meninjau stan bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung usai pembukaan  acara.

Pada kesempatan tersebut, Ang Boon Beng, Topaz Seeds Senior Breeder Asian Agri, menjelaskan, Asian Agri berfokus pada intensifikasi dan karena itu pihaknya terus mengembangkan bibit kelapa sawit Topaz yang dapat menghasilkan produk minyak kelapa sawit yang tinggi.

Saat ditanya Presiden Joko Widodo, Ang Boon Beng menyampaikan bahwa Asian Agri memiliki kebun pembibitan Topaz seluas 300 hektar di Riau dengan kapasitas produksi bibit yang mencapai 25 juta bibit/tahun.

Bernard Riedo, Head of Sustainability & Stakeholder Relations Asian Agri kepada pers mengatakan, presiden berdialog langsung mengenai perkembangan industri kelapa sawit, kapasitas produksi dan bibit unggul  yang dihasilkan. Presiden meminta Asian Agri untuk dapat membantu para petani sawit di lapangan mendapatkan bibit unggul untuk hasil panen yang lebih baik.

Keikutsertaan Asian Agri di TEI 2017 ini katanya merupakan yang pertama sekaligus menegaskan komitmen perusahaan  untuk  mengelola  perkebunan  kelapa  sawit  yang  berkelanjutan  kepada  para  pengunjung, terutama yang berasal dari luar negeri. "Kesempatan ini kami manfaatkan untuk mengedukasi dan mempromosikan kelapa sawit Indonesia yang lestari, berwawasan lingkungan dan membangun kemitraan dengan para petani," kata Bernard.

Asian Agri  disebutkan berfokus pada intensifikasi perkebunan dengan meningkatkan kualitas produk di lahan yang sudah ada, menerapkan praktik agronomi terbaik, mendampingi petani melalui program  kemitraan dengan petani plasma seluas 60.000 hektar dan petani swadaya seluas lebih dari 25.000 hektar. Selain itu, menjaga kelestarian lingkungan lewat pencegahan kebakaran dalam program Desa Bebas Api, membangun 7 pembangkit listrik tenaga biogas dari target 20 unit pada tahun 2020, serta memproduksi bibit unggul Topaz bagi peremajaan kebun kelapa sawit petani. (R5/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru