Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

Pemanasan Laut 2019 Setara dengan 5 Bom Atom Per Detik

Redaksi - Minggu, 19 Januari 2020 15:43 WIB
217 view
Pemanasan Laut 2019 Setara dengan 5 Bom Atom Per Detik
sains.kompas.com
Tim ilmuwan internasional membuktikannya dari analisis data tahun 1950 hingga 2019 yang menyebutkan bahwa suhu rata-rata lautan dunia pada 2019 lebih tinggi 0,075 derajat Celcius.
Jakarta (SIB)
Salah satu dampak dari pemanasan global adalah naiknya suhu di lautan dunia, khususnya pada tahun 2019.

Tim ilmuwan internasional membuktikannya dari analisis data tahun 1950 hingga 2019 yang menyebutkan bahwa suhu rata-rata lautan dunia pada 2019 lebih tinggi 0,075 derajat Celcius daripada rata-rata suhu tahun 1981 hingga 2010.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Atmospheric Sciences, walaupun angka 0,075 terlihat tidak signifikan, ternyata dibutuhkan energi panas sebesar 228 sextillion Joules untuk mencapainya.

Jika dikonversikan menjadi energi yang dilepaskan oleh bom atom Hiroshima pada tahun 1945, maka jumlah panas yang kita tambahkan ke lautan dunia dalam 25 tahun terakhir setara dengan 3,6 miliar ledakan bom atom Hiroshima.

Untuk diketahui, menurut penulis Lijing Cheng dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, energi yang dikeluarkan bom atom Hiroshima "hanya" berjumlah sekitar 63.000.000.000 Joule.

Penulis studi, John Abraham dari University of St Thomas di Minnesota, juga mengungkapkan bahwa pemanasan laut pada 2019 setara dengan menjatuhkan lima bom atom Hiroshima setiap detik, siang dan malam dan 365 hari dalam setahun.

Menurutnya, jika perumpamaan dari bom atom masih terlalu abstrak dari unit komparatif, angka 2019 setara dengan setiap orang di Bumi yang mengarahkan 100 pengering rambut ke lautan setiap saat.

"Istilah yang kurang teknis adalah: Ini adalah berton-ton energi," ujarnya seperti dilansir Science Alert (14/1).
Dengan energi sebesar itu, tentu dampaknya tidak main-main. Pemanasan laut menyebabkan es mencair lebih cepat sehingga permukaan laut akan naik. Lumba-lumba dan biota laut lainnya juga akan sekarat karena mereka tidak dapat beradaptasi dengan cukup cepat.

Selain itu, peningkatan jumlah air yang menguap ke atmosfer karena panas juga akan berdampak negatif pada planet kita. "Itu membuat badai dan topan lebih kuat, dan itu membuat hujan lebih deras" sambung Abraham. (Kps/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru