Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

RedDoorz PHK Puluhan Karyawan, Bisnis Startup Mulai Redup?

Redaksi - Jumat, 14 Februari 2020 20:45 WIB
886 view
RedDoorz PHK Puluhan Karyawan, Bisnis Startup Mulai Redup?
ekonomi.bisnis.com
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Efektif per Selasa, 11 Februari 2020, startup RedDoorz melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap puluhan karyawannya. Namun, Public Relations Manager RedDoorz Puji Agung Budiman menuturkan, keputusan PHK tersebut merupakan hasil dari peninjauan berkala atas penilaian kinerja yang perusahaan lakukan bukan karena perusahaan mengalami masalah keuangan.

“Jumlah karyawan yang di-PHK kurang dari 50 orang. Jadi karena hasil key performance indicator [KPI] nya yang rendah, jadi bukan perusahaannya yang underperform, tapi karyawannya based on KPI itu,” kata Agung, Selasa (11/2).

Agung menuturkan pihaknya akan memastikan proses transisi akan dilakukan semulus mungkin bagi karyawan yang terkena imbas PHK ini. Perusahaan mengharapkan yang terbaik akan perjalanan mereka selanjutnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu sumber Bisnis yang menjadi korban PHK, keputusan RedDoorz tersebut tergolong tiba-tiba. Pasalnya karyawan yang menjadi korban PHK baru diberitahukan mengenai keputusan direksi pada Selasa itu juga.

"Baru kemarin kami dapat undangan untuk bertemu 1 on 1 dengan direksi pada hari ini. Pada saat pertemuan itu pula kami diberitahukan tidak lagi menjadi karyawan RedDoorz per hari ini," jelasnya ketika dihubungi, Selasa.

Dia mengatakan kendati perusahaan tergolong tiba-tiba memberitahukan keputusan tersebut, karyawan yang menjadi korban PHK tetap mendapatkan pesangon sesuai ketentuan yang ada. Dia melanjutkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, PHK oleh RedDoorz tersebut dilakukan kepada sekitar 200 karyawannya.

"Estimasi dari kalangan karyawan, ada sekitar 200 orang yang di-PHK. Kemungkinan ini langkah perusahaan untuk efisiensi. Sebab sebulan terakhir agenda trip dan kunjungan ke luar kota di-hold oleh perusahaan," jelasnya.

RedDoorz merupakan jaringan penginapan budget online terbesar di Indonesia. Berfokus pada perkembangan penginapan dan distribusi penjualan secara online, startup ini akan memilih properti yang berpotensi untuk bekerja sama secara langsung dan terikat komitmen dengan brand RedDoorz.

Sebelumnya, menyikapi maraknya strategi bakar uang yang akhirnya membuat startup kesulitan sendiri, Direktur Generasi Optimis Research & Consulting (GORC) Frans Meroga Panggabean menyarankan pelaku usaha rintisan atay startup untuk memperkuat modal sosial sebagai penguat hubungan ke masyarakat. Dengan demikian, media sosial bisa dioptimalkan menjadi pendukung usaha dan startup tak lagi terus-menerus melakukan promosi tanpa kontrol atau lazim disebut 'bakar uang'. (T/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru