Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026
Doni Monardo:

Covid-19 Bukan Konspirasi

Redaksi - Rabu, 21 Oktober 2020 10:35 WIB
848 view
Covid-19 Bukan Konspirasi
Dokumentasi Setkab/Rahmat
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo.
Jakarta (SIB)
Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardomengatakan penanganan dan pencegahan pandemi virus Corona membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Penerapan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) dan pemahaman masyarakat akan bahaya Covid-19 menjadi kunci untuk keluar dari situasi pandemi.

Hal itu disampaikan Doni Monardo saat menjadi pembicaradalam webinar series secara virtual yang diselenggarakanPartai Golkar di Jakarta bertema ‘Kesehatan Pulih, EkonomiBangkit, Pilkada Menang’.

“Covid-19 bukan rekayasa apalagi konspirasi. Persoalannyasaat ini terhadap Covid-19 masih ada masyarakat yang tidak
percaya mengenai pandemi Covid-19,” jelas Doni dalam keterangantertulis, Selasa (20/10).

Menurut Doni, kondisi tersebutmenjadi tantangan seluruhpihak untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk bisa memahami bahaya Covid-19 itu nyata.

“Kita harus terus bergerak memberikan pencerahan dan penjelasan mengenai Covid-19, karena Covid-19 bagaikan ‘malaikat
pencabut nyawa’ bagi orang lanjut usia,” terang Doni.

Pada kesempatan itu, Doni yang juga menjabat Ketua Badan Nasional PenanggulanganBencana (BNPB) mengapresiasisegala usaha yang dilakukan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang sudah bekerja keras dengan menteri-menteri lainnya sehingga saat ini tren kasus Covid-19 menurun.

“Tapi saat ini ada kekhawatiranbaru, presiden mengingatkanakan adanya lonjakan kasus akibat libur panjang,” sambung Doni.

Doni mengingatkan, selain penerapan 3M, perlu peningkatankeimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Jadi tingkatkan iman, keamanan,imun dan menjaga hati tetap bahagia. Selain itu kita juga harus bisa bersabar dengan mematuhi apa yang ditetapkan pemerintah,” pesan Doni.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang juga hadirdalam webinar tersebut memaparkan tren Covid-19 di wilayahnya menurun dibandingkanbulan lalu. Saat ini, kata Zaki, Kabupaten Tangerang berada pada zona orange atau zona dengan tingkat penularan sedang jika dihitung dari 14 indikator kesehatan masyarakat.

Meskipun tren penyebaran Covid-19 di Tangerang menurun,Zaki mengatakan di tanggal22 September 2020 terjadi lonjakan kasus tertinggi sejak awal Maret. Hari itu didapati sebanyak 64 kasus dan ditemukandua klaster baru, yaitu klaster pesantren dan klaster unjuk rasa.

“Karena klaster unjuk rasa 1-2 minggu ke depan kami prediksikan kasus akan kembali naik dan kami siapkan kemungkinan-
kemungkinan yang akan terjadi ke depan,” imbuh Zaki.

Sementara itu Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakanpihaknya melakukan hal yang sama dalam upaya percepatan
penanganan Covid-19 seperti wilayah lainnya. Pemkab Luwu Utara mengimbau masyarakatuntuk menaati protokol kesehatan dan mengedukasi bahaya Covid-19.

“Penanganannya sebenarnyasama dengan Kabupaten Tangerang, namun bedanya hanya lokasi geografis dan kehidupannya.

Kalau di Luwu kan agraris sedangkan Kabupaten Tangerang urban,” sambung Indah.

Ia menyampaikan saat pandemiaktivitas perekonomian seperti perkebunan dan perikanandi wilayahnya tidak mengalami
kendala dan masih terus dijaga pergerakannya.

“Kami bersyukur pandemi ini tidak berdampak di sektor ekonomi,produktivitas perkebunan dan perikanan tetap stabil. Bahkan
aktivitas pasar belum kami lakukan penutupan,” ulas Indah.

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan Egusem Piether mengatakan penguatan laboratoriumregional di daerah perlu ditingkatkan agar dapat melakukanpemeriksaan RT-PCR

“Dukungan fasilitas untuk rumah sakit umum daerah SOE untuk ruang isolasi tekanan negatif (RITN) dan dukungan anggaran untuk mendukung kesiapan masyarakat dalam menghadapi new normal atau adaptasi Covid-19 juga diperlukan,”ujar Piether.

Sebagai informasi, webinar series secara virtual ini merupakansalah satu rangkaian acara dari HUT Partai Golkar ke-56.
Berlangsung di tanggal 20-21 Oktober 2020, Webinar HUT Partai Golkar ke-56 mengangkattopik utama seputar kesehatan, pemulihan ekonomi, teknologi digital, dan pilkada.

“Diskusi webinar menghadirkannarasumber dalam negeri dan mancanegara dari berbagai bidang profesi, mulai dari pemerintah pusat, DPR, pemerintah daerah serta tokoh masyarakat,” kata Ketua PanitiaPenyelenggara HUT Partai Golkar ke-56 Agus Gumiwang Kartasasmita.

Agus berharap hasil dari diskusiwebinar series ini bisa menjadibagian dari kontribusi PartaiGolkar dalam memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah dan seluruh stakeholderdi masyarakat dalam upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihanekonomi nasional. (detikcom/a)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru