Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026

Gubernur Edy Kagumi Museum Batak di TB Silalahi Center

* Suku Batak Punya Budaya Kaya dan Unik
Redaksi - Minggu, 08 November 2020 17:08 WIB
706 view
Gubernur Edy Kagumi Museum Batak di TB Silalahi Center
Foto Dok/Humas Pemprov Sumut
MUSEUM : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi saat menungunjungi Museum TB Silalahi Center yang juga merupakan Museum Batak di Jalan Dr T Silalahi, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten To
Medan (SIB)
Pariwisata Danau Toba merupakan andalan utama bagi Provinsi Sumut untuk memikat minat wisatawan, baik lokal, nasional maupun mancanegara. Karena di dalamnya tersimpan begitu banyak kekayaan alam dan juga cerita sejarah dengan segala bukti yang ada.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kepada wartawan, Jumat (6/11) di Rumah Dinas Jalan Sudirman No. 41 Medan.

Selain itu, dirinya juga mengagumi keberadaan Museum Batak di TB Silalahi Center di Kabupaten Toba saat dirinya didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi mengunjungi museum tersebut, Jumat (30/10) lalu. Di sini, berbagai tampilan kekayaan budaya dan adat istiadat menjadi bagian penting sebagai nilai jual pariwisata Danau Toba.

“Opung, bagus sekali ini museum, lebih bagus dari pada yang punya provinsi. Barang-barang yang ada di museum Batak juga sangat lengkap, bagus untuk edukasi," kata gubernur kepada pemilik Letjen TNI (Purn) Tiopan Bernhard Silalahi melalui sambungan video, saat singgah dan berkeliling di dalam lokasi itu.

Museum TB Silalahi tersebut menurut gubernur, selain menunjukkan betapa Suku Batak punya budaya yang kaya dan unik, juga tidak lepas dari keberadaan Danau Toba sebagai pusat dari peradaban di kawasan itu. Sebab kini danau supervolcano itu telah menjadi sorotan dunia.

“Danau Toba ini sudah mendunia sekarang. Termasuklah kebudayaan yang ada di sekitarnya, unsur etniknya, seni budayanya dan semua keunikan mulai dari alam hingga sosial harus jadi sumber promosi wisata kita kepada (wisatawan) mancanegara,” jelasnya.

Untuk itu, Edy pun menilai bahwa keberadaan Museum Batak itu sudah sepantasnya menjadi standar bagi semua pengelola wisata di Sumut, khususnya kawasan Danau Toba. Bukan soal kelengkapan atau modernisasi sarana, tetapi bagaimana mengedukasi atau menjelaskan kepada pengunjung tentang banyak hal yang ada di satu daerah.

“Orang mau datang ke sini itu kan pasti mau tahu juga, bagaimana ini bisa ada, bagaimana adat istiadat orang Batak, mulai dari awal sampai akhir, atau sebaliknya. Sehingga orang yang datang tahu, sejarahnya bagaimana dan tertarik karena keunikannya,” sebutnya.

Dengan cerita menarik itu, lanjut Edy, wisatawan akan mencari tahu dengan mengunjungi tempat-tempat seperti makam, rumah tua, peninggalan leluhur dan sebagainya dalam mendukung pengetahuan yang didapat sebelumnya dari tempat seperti museum TB Silalahi.

“Danau Toba ini kan luas, jadi kalau mau dijalani semua butuh waktu yang lama. Dengan metode seperti museum (TB Silalahi) ini, orang bisa tahu dan memilih mana yang akan dikunjungi, sesuai selera masing-masing. Sehingga nggak bingung dia mau kemana. Syukur-syukur dia (wisatawan) penasaran dengan lokasi yang lainnya dan mau datang kembali,” jelasnya.

Menanggapi apresiasi gubernur tentang keberadaan museum tersebut, TB Silalahi menyampaikan terima kasih atas kunjungan Edy Rahmayadi dan rombongan ke tempat miliknya. Dirinya pun menyarankan konsep serupa bisa dibuat oleh Pemerintah Provinsi Sumut guna mendukung pariwisata yang lebih baik dan lebih informatif.

"Terima-kasih Pak Gubernur sudah menyempatkan waktu singgah di museum kami. Sudah bisa juga Pak Gubernur kita buat museum, seperti museum Melayu dan lainnya,” pungkasnya.(M11/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru