Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026

Pandemi Covid-19 Beri Tekanan Bagi Ekonomi dan Ciptakan Peluang Investasi

Redaksi - Sabtu, 27 Februari 2021 10:46 WIB
335 view
Pandemi Covid-19 Beri Tekanan Bagi Ekonomi dan Ciptakan Peluang Investasi
Internet
Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumut, M Pintor Nasution.
Medan (SIB)
Pandemi Covid-19 memberikan tekanan bagi perekonomian dan pertumbuhan bisnis di dunia. Namun di sisi lain, menciptakan peluang khususnya bagi para investor milenial untuk berivestasi di pasar modal domestik.

"Jadi meskipun sektor riil tengah lesu akibat pandemi. Namun tren suku bunga rendah saat ini semakin mendorong masyarakat untuk menempatkan dananya dalam bentuk portofolio investasi di pasar modal," ujar Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara Muhammad Pintor Nasution pada siaran pers Jumat (26/2).

Menurutnya, peluang berinvestasi bagi para milenial di pasar modal ini, salah satunya didorong oleh aktivitas daring atau online yang meningkat selama pandemi.

Juga memberi keleluasaan bagi para investor baru terutama milienal. Dengan berbekal gadget dan internet mereka dapat mengakses layanan investasi saham secara online di mana saja dan kapan saja.

Disebutnya, berinvestasi di pasar modal melalui BEI layaknya bermain game online. Apalagi, saat ini marak bermunculan para influencer yang turut meramaikan aktivitas berinvestasi mereka di media sosial sehingga mendorong milenial untuk ikut melakukan aktivitas yang sama.

Dari total 4,2 juta investor di pasar modal per Januari 2021, kata Pintor, sebesar 54,90% investor didominasi usia di bawah 30 tahun atau dikategorikan sebagai milenial. Sementara itu, 1,3 juta investor berusia di bawah 40 tahun.

Sepanjang tahun 2021, investor baru dengan usia 18â€"25 tahun telah bertambah sebanyak 108.813 investor sehingga jumlah totalnya menjadi 623.069 investor.

Persentasi investor baru milenial ini menempati porsi 50,7% dibanding total investor baru.

Hasil riset BEI menemukan kelompok milenial cocok berinvestasi di pasar modal karena alasan kesesuaian antara karakter pasar modal dan karakter para milenial. Karakter pasar modal yang cenderung dipengaruhi oleh perkembangan atau update berita terkini, sejalan dengan karakter milienal yang selalu mencari informasi dan mengikuti perkembangan teraktual.

Pasar modal yang transaksinya dilakukan secara online sangat sesuai dengan karakter milenial yang technologically savvy. Sementara karakter milenial seperti goal and achievement oriented sesuai dengan karakter pasar modal yang melatih perencanaan keuangan dan berorientasi keuntungan.

Ia menilai milenial juga memiliki karakter fast decision maker, hal ini sesuai dengan karakter pasar modal yang membutuhkan pengambilan keputusan secara mandiri dan terjangkau. Selain itu, karakter investasi di pasar modal membentuk komunitas untuk berbagi informasi dan tips, hal ini sesuai dengan karakter milenial yang bersifat highly connected. Sementara karakter pasar modal yang serba digital, sesuai dengan karakter milenial yang digital native. (M2/c)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru