Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Astaga! Bocah 6 Tahun Sudah Merokok di Jambi

- Senin, 10 Februari 2014 22:31 WIB
410 view
 Astaga! Bocah 6 Tahun Sudah Merokok di Jambi
Jakarta (SIB)- Bocah berusia 6 tahun di Jambi sudah merokok. Bocah itu pun tak malu-malu menghisap asap yang bisa merusak paru-parunya itu di depan para orang dewasa.

Bocah yang tinggal di Desa Tanjung Samalindu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Muaratebo, Jambi, ini kerap meminta rokok kepada orang dewasa yang ia jumpai. Dari gayanya, bocah ini sepertinya sudah sangat terbiasa menyalakan dan menghisap rokok.

"Dia suka minta rokok dan langsung dibakar. Warga sekitar juga mengaku sering dimintai rokok sama dia," kata salah satu pembaca, Fial, Minggu (9/2).
Fial bertemu dengan bocah ini pada akhir tahun 2013. Ia terkejut ketika melihat seorang bocah yang tampak akrab dengan para pekerja bangunan tiba-tiba datang dan meminta rokok.

"Sekitar akhir Desember 2013 saya menemani kawan yang kerja di dekat desa itu. Tiap hari dia datang dan berkumpul dengan para pekerja proyek yang berasal dari Lampung untuk pengerjaan drainase di sana," ujar pria berusia 46 tahun itu.

Selama berkumpul, bocah yang tidak sekolah itu kerap mengobrol dengan para pekerja, seolah-olah dirinya adalah pria dewasa. Ketika salah seorang pekerja memintanya membelikan rokok di warung terdekat, bocah itu tampak semangat.

"Disuruh beli rokok, dia beli dan begitu kembali dia sudah ambil satu batang. Rupanya dia memang suka main sama orang dewasa. Mungkin salah pergaulan dan diajari merokok oleh seseorang," ujar Fial.

Ayahnya Sakit Keras dan Sang Ibu Entah di Mana

Dengan gayanya mengapit batang rokok di antara jemarinya, ia tak canggung menghisap asap rokok di depan umum. Lalu, di mana orangtuanya?

"Bapaknya sakit keras sudah lama dan ibunya nggak tahu di mana. Saya tidak tanya sakitnya apa," kata Fial.

Fial bertemu dengan bocah itu di Desa Tanjung Samalindu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Muaratebo, Jambi, pada akhir Desember 2013 lalu. Saat bocah ini menghisap sebatang rokok putih di bawah pohon, Fial sempat mengabadikannya.

"Dilarang tapi malah tidak diperhatikan," kata pria berusia 46 tahun ini.

Saat menemani kawannya bekerja di proyek drainase, Fial melihat bocah itu hampir setiap hari berkumpul dengan para pekerja proyek. Bocah itu mengaku dirinya tidak sekolah karena tak ada biaya dan hanya sang nenek yang merawat dirinya.

"Saya juga bingung, dia mengaku dirawat neneknya. Saya tanya, kamu nggak sekolah? Dia jawab belum," ujar Fial.

Warga desa tempat tinggal bocah itu bersama nenek dan ayahnya yang tak berdaya karena sakit terkesan melakukan pembiaran. Kondisi ekonomi keluarganya juga kurang beruntung.

"Sepertinya di sana memang kepedulian kurang," tutup Fial. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru