Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

LSIN: Elektabilitas Golkar Macet karena Politik Nepotisme

- Selasa, 18 Februari 2014 15:01 WIB
414 view
LSIN: Elektabilitas Golkar Macet karena Politik Nepotisme
Jakarta (SIB)- Elektabilitas Partai Golkar di beberapa survei stagnan, tak mengalami kenaikan, hampir selalu berada di nomor urut dua, di bawah PDIP. Macetnya elektabilitas partai berlambang pohon beringin ini dinilai karena tak solidnya kerja politik kader-kadernya sebagai akibat adanya praktik nepotisme dalam menjalankan roda organisasi.

"Elektabilitas Golkar hanya berkutat pada angka 16-19% saja jika merujuk pada hasil survei, termasuk lembaga lain. Sementara elektabilitas PDIP cenderung mengalami kenaikan secara terus menerus menjelang Pemilu 2014," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) Yasin Mohammad dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (15/2/2014).

Yasin mengatakan, berdasarkan hasil analisis lembaga surveinya, macetnya elektabilitas Golkar disebabkan oleh tidak maksimalnya kerja politik kader-kader Golkar di tingkat pusat dan daerah. Sehingga mesin politik Golkar berjalan secara tidak maksimal sebagaimana mestinya.

"Mesin politik Golkar hari ini mestinya sudah harus masuk gigi 4 dengan kecepatan mendekati 100 km/jam, tapi faktanya Golkar hari ini masih di gigi 1 dengan kecepatan 20 km/jam. Sehingga laju Golkar tertinggal jauh oleh rival-rival politiknya," ujar Yasin menganalogikan.

LSIN menilai faktor yang menjadi penyebab utama macetnya elektabilitas Golkar adalah tak berjalan baiknya sistem kaderisasi. Yasin menyebut banyak kader Golkar, terutama di daerah, yang merupakan kader comotan atau instan, sehingga tak mengerti AD ART dan bahkan cenderung melanggar aturan-aturan dan nilai-nilai partai.

"Hal ini didorong oleh kepemimpinan buruk Golkar di daerah, yaitu lebih banyak mengedepankan praktik nepotisme dan mengandalkan modal dalam menjalankan roda organisasi," tutur Yasin.

"Sistem keorganisasian Golkar yang telah lama terbangun hari ini tidak dijalankan secara maksimal akibat buruknya sistem kaderisasi di tingkat daerah," imbuhnya.Solusinya, tambah Yasin, Golkar harus segera melakukan perbaikan yang menyeluruh dengan kembali menjalankan sistem keorganisasian yang telah digariskan, kaderisasi harus dievaluasi total dan kembali menjalankan sistem kaderisasi Golkar yang baik, benar dan terukur. Sehingga sistem politik Golkar kembali berjalan dan mampu meraih kemenangan pada Pemilu 2014.

"Tidak mudah memang menjalankan hal tersebut, maka dibutuhkan terobosan yang luar biasa dari internal Golkar tingkat pusat. Golkar hari ini punya kebutuhan yang sangat mendesak terhadap sosok kader yang bertangan dingin, yang mampu meredam isu-isu korupsi kader-kadernya, dan mampu memberikan pendidikan politik," pungkasnya.(detikcom/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru