Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Menteri: Jumlah Desa Tertinggal Sebenarnya Lebih Banyak

- Kamis, 30 April 2015 12:54 WIB
365 view
Menteri: Jumlah Desa Tertinggal Sebenarnya Lebih Banyak
Jakarta (SIB)- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengatakan jumlah desa tertinggal saat ini sebenarnya lebih banyak dibandingkan dengan data yang ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Saat berbicara pada seminar "Rembug Nasional Membangun Indonesia dari Pinggiran", di Jakarta, Senin, Marwan Jafar mengusulkan agar indikator dari enam kriteria penetapan desa tertinggal tersebut diperbarui.

"Ini harus kaji kembali jumlah desa tertinggal. Bahwa pada realitasnya ternyata banyak desa yang sudah dinyatakan tidak tertinggal, tapi kepala desanya kembali lagi menemui pemerintah. Kita harus reformasi, rekonstruksi lagi kriterianya," ujarnya.

Enam kriteria tersebut adalah aspek ekonomi, yang ditinjau dari indikator kemiskinan dan pengeluaran per kapita dan aspek sumber daya manusia, yang ditinjau dari angka harapan hidup. Kemudian aspek ketersediaan infrastruktur untuk pendidikan dan kesehatan, aspek kemampuan fiskal desa, aspek aksesbilitas desa ke perkotaan, dan aspek geografis dari kerentanan bencana.

Jika dilihat dari administratif kabupaten/kota, menurut Marwan, data terkini pemerintah menyebutkan terdapat 122 kabupaten/kota yang memiliki daerah tertinggal.

Padahal, menurut Marwan, dari hasil pertemuannya dengan berbagai kepala daerah dan aparatur desa, jumlah kabupaten/kota yang memiliki desa tertinggal mencapai 200-300 kabupaten/kota.

"Kalau dilihat dari kabupaten/kota ini ada 122 kabupaten/kota yang memiliki desa tertinggal, seharusnya dari yang banyak datang ke saya itu bisa 200 hingga 300 kabupaten/kota," ujarnya.

Adapun jumlah desa tertinggal, menurut Kementerian DPDTT, sebanyak 39.091 desa dari 74.093 jumlah desa di Indonesia atauĀ  52,79 persen.

Marwan mengklaim dirinya sudah menetapkan program untuk percepatan pembangunan bagi kabupaten/kota dan desa tertinggal.

"Fokus program kita untuk mengurangi aspek-aspek ketertinggalan melaluiĀ  peningkatan sarana dan prasarana pelayanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, transportasi telekomunikasi, informasi dan koneksitas, dan juga meningkatkan kemandirian masyarakat desa melalui pemberdayaan," jelas dia.

Marwan juga mengaku optimistis jumlah desa tertinggal akan berkurang lebih dari target yang ditetapkan di RPJMN 2015-2019, atau lebih dari 5.000 desa.
Begitu juga, dengan pendirian desa mandiri. Marwan mengatakan target pendirian desa mandiri seharusnya melebihi yang dicanangkan di RPJMN sebanyak 2000 desa mandiri.

"Saya minta ke Pa Andrinof (Menteri PPN/Bappenas), ditambah lagi target di RPJMN. Jangan hanya 2.000 desa mandiri dari 74 ribu desa yang ada," kata dia.
Di kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menyambut baik usulan Marwan tersebut.
Dia meminta Kementerian DPDTT dapat menyesuaikan program dengan alokasi anggaran yang diberikan pemerintah.

"Silahkan usulkan, kami akan sesuaikan," katanya. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru