Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Prajurit Harus Humanis dan Berinovasi

* Mantan Panglima GAM: Kopassus Sekarang Lebih Transparan
- Sabtu, 02 Mei 2015 23:10 WIB
441 view
Prajurit Harus Humanis dan Berinovasi
Jakarta (SIB)- Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memberi sambutan di HUT ke-63 Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia meminta prajurit elite baret merah itu humanis kepada rakyat dan menciptakan perdamaian.

Moeldoko berpidato di Lapangan Upacara Makopassus, Cijantung 1, Jakarta Timur, Rabu (29/4). Ia menyampaikan rasa bangga terhadap satuan elite yang dipimpin Mayjen TNI Doni Monardo itu.

Dikatakan Moeldoko, prajurit TNI dilatih menjadi prajurit rakyat yang profesional. Karena itu prajurit harus mampu melindungi rakyat Indonesia.

"Melindungi rakyat namun juga tetap humanis dekat dengan rakyat untuk menciptakan perdamaian," kata jenderal bintang 4 ini.

Moeldoko meminta prajurit Kopassus terus meningkatkan kapasitas dan kemampuannya sebagai satuan elite di TNI AD. Hal itu penting untuk mengantisipasi berbagai ancaman dari dalam negeri maupun internasional seperti kelompok radikal ISIS.

"Sebagai prajurit untuk terus mengembangkan kemampuan disiplin, loyalitas tinggi, karakter prajurit komando TNI, dan semuanya," jelas Moeldoko. Menurutnya, perubahan dunia sangat cepat, sehingga Kopassus juga dituntut cepat dalam membaca situasi.

"Untuk itu kita harus mencari terapi, cara terapi yang pas. Dan yang kedua harus mampu beradaptasi, dan ketiga kita harus melakukan inovasi dari waktu ke waktu," imbuh Moeldoko.

Lebih Transparan
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakkir Manaf memuji Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang sekarang lebih transparan dan terus berinovasi. Satuan baret merah itu juga dinilai lebih profesional, dan dekat dengan rakyat.

"Saya rasa Kopassus sekarang lebih transparan, lebih maju ke depan. Kita lihat Kopassus lebih giat dalam mempertahankan Tanah Air dan lebih profesional," ujar Muzakkir kepada wartawan di lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (29/4).

Dia mengatakan, sebagai bagian dari angkatan bersenjata, Kopassus memang mesti mendapat dukungan dari rakyat. Jika tak ada dukungan, maka akan berdampak negatif terhadap satuan pasukan elite TNI AD itu.

"Semua lapisan mesti baik, ada dukung transparan, karena semua gerakan kalau tidak didukung rakyat, saya rasa agak fatal," sebut Wakil Gubernur Aceh itu.
Lanjutnya, saat ini kondisi Aceh yang sudah damai mendukung positif keamanan Indonesia. Ia mengapresiasi undangan Kopassus yang percaya terhadap pihaknya.

"Sejauh ini kondisi Aceh aman. Lebih daripada aman. Sempalan GAM sudah tidak ada. Cuma kelompok-kelompok yang bersifat mini, bukan anggota GAM," ujarnya. (detikcom/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru