Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Politisi PDIP Akui Ada Menteri Salah Tempat

* Akademisi: Tidak Semua Menteri Dikenal Baik Jokowi
- Senin, 04 Mei 2015 20:28 WIB
415 view
Politisi PDIP Akui Ada Menteri Salah Tempat
Jakarta (SIB)- Ketua Bidang Perekonomian DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengakui ada menteri yang salah tempat dalam kabinet kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Saya melihat, ada menteri yang salah tempat atau posisinya kurang tepat di kabinet. Namun hal ini adalah hak prerogatif Presiden," kata Hendrawan Supratikno pada diskusi "Dialektika: Penurunan Penerimaan Negara" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (30/4).

Menurut Hendrawan, ada menteri kabinet yang hanya mempunyai cita-cita bukan nawacita, ada menteri yang program kerjanya belum jelas sehingga jalan di tempat, serta ada menteri lebih suka menjalani seremonial.

Presiden Joko Widodo, kata dia, harus lebih cermat mengidentifikasi para menteri kabinet di pemerintahannya.

Pada kesempatan tersebut, Hendrawan membantah tudingan yang menyebut menteri bidang ekonomi pada kabinet kerja kurang profesional.

Menurut Hendrawan, karena pemerintahan Presiden Joko Widodo masih baru, sehingga wajar saja jika ada menteri pengalamannya masih kurang di pemerintahan.

"Jika menteri itu mau belajar keras, maka dapat membuat prestasi seperti yang diharapkan masyarakat," katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI ini mencontohkan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti, adalah wajah baru di pemerintahan, karena sebelumnya dia adalah praktisi di dunia usaha.

Namun, Menteri KKP, kata dia, mau belajar keras sehingga kebijakannya mendapat respons positif dari masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Hendrawan menjelaskan Pemerintahan Presiden Joko Widodo mendapat keuntungan karena pada masa awal pemerintahan terjadi penurunan hanya minyak dunia, sehingga bisa mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) sekitar Rp210 triliun menjadi dana pembangunan infrastruktur.

Hendrawan berharap, para menteri kabinet dapat mengimplementasikan program kerja presiden untuk membangun infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol di Sumatera, pembangunan jalan kereta api di Pulau Jawa, Kalimantan, Papua, pembangunan pelabuhan, dan sebagainya.

AKADEMISI: TIDAK SEMUA MENTERI

Ketua Program Pascasarjana Komunikasi Universitas Jayabaya Lely Arrianie mengatakan tidak semua menteri kabinet kerja dikenal baik kinerjanya oleh Presiden Joko Widodo.

"Ya, memang ada (menteri yang baru dikenal menjelang pelantikan), dan itu otomatis karena Pak Jokowi itu akomodatif berdasarkan usulan partai pengusung," kata Lely dalam diskusi bertajuk "Menagih Janji Trisakti, Menguji Nyali Jokowi" yang diselenggarakan media online RMOL di Jakarta.

Lely yang juga merupakan dewan pakar Megawati Institute itu mengatakan bahwa tidak sedikit pihak yang kecewa atas pembentukan kabinet kerja yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Terlebih, menteri di kabinet kerja bak kehilangan kualitas ketika sudah menjabat menteri.

"Misalnya, Pak Anies Baswedan, Pak Andrinof, Pak Yuddy Chrisnandi, dahulu sebelum menjabat menteri mereka kan bagus, tetapi sekarang seolah menutup-nutupi kesalahan Jokowi. Harusnya akui kalau Pak Jokowi ada salah, tinggal kemasan penyampaiannya saja," terang dia.

Lely berharap menteri kabinet kerja bisa menempatkan diri sebagai orang-orang yang berbeda dari menteri kabinet sebelumnya. Apalagi, menteri kabinet kerja telah diseleksi melalui KPK. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru