Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Jokowi Imbau Para Wali Kota Tunjukkan Karakter Masing-masing Kotanya

* Tahun Depan Setiap Kota Terima Kucuran Dana Rp100 M
- Jumat, 08 Mei 2015 19:14 WIB
258 view
Jokowi Imbau Para Wali Kota Tunjukkan Karakter Masing-masing Kotanya
SIB/ANTARA FOTO/Embong Salampessy
BUKA RAKERNAS APEKSI: Presiden Joko Widodo melambaikan tangan kepada para peserta usai membuka Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) diikuti perwakilan 98 kota se-Indonesia dan peluncuran tahun wisata Mangente Ambon 2015, di Kota Am
Ambon (SIB)- Presiden Jokowi membuka rakernas Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (Apeksi). Jokowi mengimbau kepada seluruh walikota yang hadir untuk menunjukkan identitas dan karakter masing-masing kotanya.

"Pertama, saya ingin menyampaikan mengenai kota, mengenai karakter kota. Saya membayangkan bahwa kota-kota di seluruh Indonesia ini ada 98 kota, mestinya setiap kota memiliki identitas dan karakter," ujar Jokowi.

Hal itu dia sampaikan dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2015 di Hotel Natsepa? Resort, Kota Ambon, Maluku, Rabu (7/5).

Jokowi mengatakan setiap kota memiliki identitas dan karakter yang berbeda-beda. Jokowi meminta setiap kota fokus pada identitas dan karakternya masing-masing.

"Mestinya setiap kota fokus, misalnya mau fokus di kota maritim, atau kota hijau, atau agropolitan, atau mau konsentrasi di my city, smart city, heritage city misalnya," imbuhnya.

Jokowi bercerita saat dirinya menjadi walikota Solo, Saat itu Solo menjadi kota satu-satunya anggota world heritage city di dunia. Setelah 3 tahun menjadi anggota, Jokowi kemudian menggelar konferensi di Kota Solo.

"Ada kurang lebih 39 kota pusaka di seluruh dunia yang hadir dan ini membangun suatu brand kota. Karena Solo punya keraton kasunanan dan mangkunegara dan juga bangunan-bangunan lama," ungkapnya.

"Oleh sebab itu, kekuatan itulah yang ingin saya munculkan dan juga kekuatan itu didukung oleh warisan-warisan pusaka yang lain," lanjutnya.

Jokowi juga mencanangkan Solo International Ethnic Music, meski diakui dirinya penggemar musik rock. Selain itu ada juga Solo International Performing Art.
"Itulah yang akan menjadi jati diri dan identitas kota. Sehingga kota itu akan muncul brand-nya," tuturnya.

Jokowi yakin setiap kota bisa melakukan hal yang sama. Menurut pengalamannya, mengadakan event-event seperti yang dituturkan di atas itu tidaklah membutuhkan anggaran yang besar.

"Semua kota bisa melakukan itu. Misalnya ethic musiknya kuat, undang saja etnik2 musisi dunia, tidak mahal. Dulu, pemkot kurang lebih 300 juta yang lain sponsor. Undang dari kota-kota lain di seluruh dunia dan Indonesiaa. Ini akan memunculkan. Sawahlunto juga kekuatannya kota pusaka tambang. Sangat khas sekali," kata Jokowi.

"Seperti di Ambon, dengan teluk yang sangat indah, kita harus mempunyai keberanian untuk menata teluk yang ada, pantai, kanan kiri teluknya. Jangan sampai kedahuluan misalnya oleh PKL dan rumah-rumah. Inilah pentingnya bekerja detail," lanjut Jokowi. 

RP 100 M UNTUK SETIAP KOTA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mengucurkan dana senilai Rp 100 miliar untuk setiap kota. Dana itu nantinya untuk mempercepat pembangunan di daerah.

"Mulai tahun depan, pemerintah pusat akan memberikan kurang lebih-kurangnya bisa 40, 50, 60 kurang dan lebih Rp 100 miliar ke kota-kota. Karena saya melihat postur anggaran di kota kabupaten kita ini betul-betul sangat berat. Setelah kita hitung secara nasional anggaran pembangunan hanya 18 persen, semuanya kemakan oleh anggaran rutin, anggaran aparatur," ujar Jokowi dalam pembukaan Rakernas Apeksi XI di Ambon, Maluku, Kamis (7/5).

Jokowi mengatakan dana kota tersebut akan diberikan berdasarkan usulan dari pemerintah kota setempat dengan syarat bahwa kota tersebut wajib menjalankan e-budgeting, standar one stop service dan sejumlah syarat lainnya.

"Kota yang diberi, mungkin selanjutnya kota yang diberi adalah kota yang misalnya sudah menerapkan e-budgeting, sudah mempunyai one stop service office yang standarnya sudah kita ukur, kecepatan pemberian ijinnya misalnya, dan syarat-syarat yang lainnya. Artinya tidak langsung diberikan terus silakan dipakai semaunya. Ada memang insentif seperti itu yang kita berikan syarat-syarat," paparnya.

Presiden melanjutkan, fokus penggunaan dana kota Rp100 miliar adalah untuk pembangunan pasar, pemeliharaan infrastruktur jalan, pembangunan jembatan serta pelabuhan dan sarana pendidikan. Rencana tersebut menurut presiden akan dibuatkan dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres).

"Kita akan kumpulkan baru turun dalam bentuk Inpres juga sekolah kita beri perhatian supaya bisa diusulkan di dalam perencanaan pemerintah kota," jelasnya.

"Oleh sebab itu, ini injeksi pemerintah pusat memang harus berani kita mengalihkan seperti itu. Kalau setiap kota dapat Rp 100 miliar gede banget, bisa dipakai untuk pembangunan," tutup Jokowi. (detikcom/y)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru