Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Jika Ahok Maju, Gerindra akan Boyong Ridwan Kamil ke Pilgub DKI 2017

* PDIP: Cagub Kami Jauh Lebih Baik
- Sabtu, 09 Mei 2015 19:30 WIB
600 view
Jika Ahok Maju, Gerindra akan Boyong Ridwan Kamil ke Pilgub DKI 2017
Jakarta (SIB)- Wali Kota Bandung yang didukung Partai Gerindra, Ridwan Kamil, dipandang sebagian publik sebagai tokoh yang pantas menjadi Gubernur DKI. Namun Pimpinan Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI tak sepenuhnya setuju bila Ridwan maju di Pilgub DKI 2017 nanti, kecuali untuk kondisi darurat. Maksudnya, "Saya kader Gerindra tidak setuju bila Ridwan Kamil menjadi calon DKI-1, kecuali darurat," kata Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI, Syarif, di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (8/5).

Kondisi darurat itu adalah bila Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) maju di Pilgub 2017 sebagai calon incumbent. Bila Ahok maju tanpa saingan yang berarti, maka Pilgub DKI 2017 bisa dimenangkan dengan mudah oleh mantan kader Gerindra itu.

"Terus Ahok menang lagi dong Kalau darurat ya terpaksa Ridwan maju. Kalau Ahok tanpa saingan berarti seperti petinju kelas berat yang meninju jatuh lawannya yang lemah. Maka KPU sebagai penyelenggara buang-buang duit saja kalau begitu," ujar anggota Komisi A (Bidang Pemerintahan) ini.

Kembali ke soal Ridwan Kamil, menurut Syarif, lebih baik Ridwan tak perlu terburu-buru maju ke DKI. Lebih baik dia menyelesaikan permasalahan di wilayah kerjanya dulu.

"Kalau Ridwan maju di Pilgub DKI 2017, nanti 2019 dia didorong maju Pilpres. Bagaimana bisa membikin sistem perpolitikan yang baik bila politik hanya untuk berebut kekuasaan seperti itu," keluh Syarif.

Khawatirnya, Ridwan bakal terus didorong naik level bila Ridwan berhasil menjadi Gubernur DKI, tanpa menyelesaikan permasalahan secara tuntas lebih dulu.
"Jangan dulu lah, kecuali darurat. Melawan Ahok memang agak berat, karena dia kan penguasa dan incumbent," kata Sekretaris Komisi A DPRD DKI ini.

Survei Cyrus dipaparkan pada Kamis (7/5) kemarin. Survei itu diselenggarakan pada 24 hingga 30 April 2015. Responden adalah penduduk yang punya hak suara, minimal 17 tahun atau sudah menikah, sebanyak 1.000 orang. Mereka diwawancarai lewat tatap muka. Tingkat kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95 persen dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,1 persen.

Survei tersebut membuktikan hanya ada dua pesaing berat Ahok, yakni Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). Bila Ridwan dan Risma tak maju di Pilgub DKI 2017, maka Ahok bakal menang mudah.

Pertanyaan kepada responden adalah, "Jika Pilgub DKI dilakukan hari ini, siapa yang paling pantas dipilih" Berikut adalah hasilnya.:

Simulasi 4 nama dengan kartu bantu (nama dan foto):

1. Ahok: 37,3 persen
2. Ridwan Kamil: 23,8 persen
3. Risma: 18,3 persen
4. Djarot Saiful Hidayat: 6,3 persen
5. Belum memutuskan/ masih ragu/ tidak tahu: 10,2 persen
6. Tidak menjawab: 4,1 persen.

PDIP: CAGUB KAMI JAUH LEBIH BAIK

Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) diprediksi bakal menang mudah bila tak ada saingan berat yang menghadangnya di Pilgub DKI 2017 nanti. Namun PDIP tak sepakat dengan penilaian seperti yang disampaikan lembaga survei Cyrus Network itu.

"Belum tentu. PDIP punya calon yang berkualitas, yang jauh lebih baik daripada Ahok," ujar Sekretaris Fraksi PDIP di DPRD DKI Gembong Warsono di Gedung DPRD DKI.

Dia menuturkan, penggodokan kader-kader untuk menjadi bakal calon gubernur DKI bahkan sudah dimulai saat ini. PDIP juga mempunyai mekanisme kaderisasi dan sekolah partai yang mematangkan calon pemimpin daerah. Ada pula uji kepatutan dan kelayakan yang dijalankan untuk menjaring calon pemimpin daerah.
"Penggodokan sudah dimulai. Kita juga punya sistem kaderisasi dalam rangka pematangan, Insya Allah menghasilkan kader yang berkualitas," kata Gembong.
Ada nama tokoh-tokoh yang lekat dengan PDIP yang masuk dalam hitungan survei, yakni Risma, Boy Sadikin, hingga Prasetio Edi Marsudi. Namun demikian, PDIP belum menentukan siapa tokoh yang bakal diajukan dalam Pilgub DKI 2017 nanti.

"Ya banyak. Nanti ada seleksinya," kata Gembong.

Berdasarkan survei Cyrus, Ahok juga didukung menjadi calon gubernur DKI di Pilgub DKI 2017 lewat jalur independen. Namun menurut Gembong, calon yang maju lewat jalur partai politik lebih mempunyai pertanggungjawaban kualitas yang jelas. Dia mencontohkan Joko Widodo yang maju lewat PDIP pada Pilgub DKI.
"Contohnya kayak Jokowi, itu hasil seleksi mulai dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI, hingga calon Presiden. Itu melalui seleksi fit and proper test untuk kepala daerah," kata Gembong.

Meski begitu, soal dorongan terhadap Ahok agar maju lewat jalur independen tak dinilainya sebagai hal negatif. Gejala deparpolisasi itu, menurutnya, justru melecut semangat partai untuk memperbaiki diri.

"Bahwa sekarang ada deparpolisasi, ya. Tapi PDIP nggak ada masalah sepanjang kita berbenah diri," kata Gembong. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru