Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026
Baru Sekedar Lahirkan Kebebasan Berpolitik

Reformasi Belum Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat

* Peringati Tragedi Semanggi, Mahasiswa Trisakti Demo di Depan Istana
- Rabu, 13 Mei 2015 16:32 WIB
463 view
Reformasi Belum Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat
SIB/Ant/Sigid Kurniawan
PERINGATAN TRAGEDI MEI: Mahasiswa dengan foto korban tragedi Mei mengikuti Peringatan 17 Tahun Tragedi 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut untuk mengenang kembali empat mahasiswa Universitas Trisakti yang
Kupang (SIB)- Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Dr Ahmad Atang mengatakan 17 tahun reformasi telah melahirkan kebebasan berpolitik bagi masyarakat.

"Salah satu hal yang paling dirasakan oleh rakyat Indonesia adalah kebebasan di bidang politik selama 17 tahun masa reformasi," kata Ahmad Atang kepada Antara di Kupang, Selasa.

Namun menurut dia, kebebasan politik ternyata belum berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan di masyarakat.

Kondisi ini berarti bahwa demokrasi kita gagal membuat rakyat sejahtera.      

"Karena itu, ke depan format "walfare state" harus menjadi domain negara saat ini dan ke depan," kata Pembantu Rektor I UMK tersebut.

Jika format tidak diubah maka rakyat bangsa ini hanya bangga sebagai warga yang memiliki kebebasan, namun masih jauh dari harapan tentang masa depan yang lebih baik. 

"Ada banyak aspek yang harus dibenahi untuk menuju kepada Indonesia yang lebih bermartabat. Aspek penegakan hukum, ekonomi dan sosial budaya mengalami distorsi dan anomali," katanya.

Semua problema ini menurut dia, berakar pada kebebasan oleh norma. 

"Maka sudah saatnya kita harus melakukan redefenisi kembali terhadap format berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, semangat reformasi yang ingin mengembalikan Indonesia ke rel yang benar tidak sampai kehilangan arah," paparnya. 

Ditambahkannya, "maka yang harus memulainya adalah peran negara lebih dipertegas akan komitmennya dalam membawa arah bangsa ini."

Jika tidak, katanya,  maka reformasi hanyalah etape sejarah bangsa dalam melintas jaman tanpa makna apa-apa.

"Alasannya karena semangat, idealisme dan lainnya telah terkubur oleh nafsu berkuasa para elit bangsa kita tanpa meninggalkan jejak sejarah yang fungsional bagi negara mendatang," kata Ahmad Tatang.

Demo di Depan Istana
Tepat 17 tahun silam, insiden berdarah di tengah kerusuhan Semanggi terjadi. Mahasiswa Trisakti menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka, menagih janji pemerintah untuk mengusut kasus itu.

Massa yang mengenakan jas almamater Universitas Trisakti warna biru tua menggelar aksi sejak sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (12/5). Mereka sebelumnya melakukan long march dari Museum Nasional yang ada di Jl Medan Merdeka Barat.

Para mahasiswa ini menggelar aksi di pinggir Jl Medan Merdeka Utara, di depan Istana Merdeka. Aksi mereka tidak mengganggu lalu lintas.
"Di peringatan 17 tahun ini, kami meminta Presiden Jokowi untuk menuntaskan," ujar orator.

Petugas kepolisian berjaga di sekitar mahasiswa yang menggelar aksi. Sampai saat ini aksi damai masih berlangsung.

Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei-15 Mei 1998, khususnya di Ibu Kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. (Ant/detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru