Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026
Lelang Aset Negara

Bekas Mobil Dinas Jokowi Tidak Laku

- Minggu, 17 Mei 2015 20:19 WIB
425 view
Bekas Mobil Dinas Jokowi Tidak Laku
Sedan Toyota Camry bernomor polisi AD 9501 GA itu terparkir di basement salah satu gedung di kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah. Mobil itu adalah kendaraan dinas Presiden Joko Widodo saat yang bersangkutan menjabat Wali Kota Solo. Pemerintah Kota Solo melelangnya seharga Rp 158 juta, Rabu (13/5).

Hari itu, seluruhnya ada 25 mobil dinas lama berbagai jenis yang dilelang Pemkot Solo melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Solo. Turut dilelang, 3 paket kendaraan dinas tua yang dilelang sebagai besi rongsokan.

Lelang dihadiri puluhan peserta. Pejabat lelang dari KPKNL Solo, Joko Hadi Sugondo, memimpin lelang yag dimulai pukul 10.46. Di depan para peserta lelang, terlihat berderet 28 kotak kardus berwarna coklat. Pada setiap kardus ditempeli kertas putih bertuliskan masing-masing nomor kendaraan yang dilelang. “Hasil lelang akan disetorkan ke kas negara”, kata Sugondo.

Begitu lelang dimulai, para penawar segera maju memasukkan lembar kertas penawaran kedalam kotak-kotak kardus sesuai incaran mereka masing-masing. Tak berselang lama, Sugondo mulai mengumumkan pemenang. Satu demi satu kardus diperiksa.

Tiba pada kardus nomor 10 bertuliskan AD 9501 GA, tidak ada satupun lembar kertas penawaran harga dimasukkan peserta ke dalamnya. Mobil dinas produksi 2003 yang pernah dipakai bertugas Jokowi memimpin Solo itu tidak diminati alias tidak laku. “Harganya terlalu mahal”, celetuk salah satu peserta lelang.

Misbachul Ali, salah satu peserta lelang yang memborong beberapa kendaraan menuturkan, “Harga pasarannya Rp 80 juta”, katanya.

Menurut Sekretaris Daerah Solo Budi Suharto, penetapan harga bekas mobil dinas Jokowi sebesar Rp 158 juta, tak hanya berdasarkan kondisi fisik mobil. Namun, juga nilai sejarahnya mengingat Presiden Jokowi pernah memakainya ketika menjabat wali kota Solo. Sebelumnya, mobil ini lebih dulu dipakai Wali Kota Solo sebelum Jokowi, yaitu Slamet Suryanto.

“Saya kemarin beranggapan pasti (nama Jokowi) berpengaruh, tetapi setelah penawaran lelang tadi ternyata tidak ada pengaruhnya . Siapa yang dulu memakai tampaknya tidak memberikan pengaruh”, tutur Budi.

Oleh karena belum laku, Pemkot Solo akan mengevaluasi dari sisi harga maupun momen waktu pelelangan. “Mungkin masyarakat sekarang juga lebih menyukai mobil niaga, bukan sedan. Karena, mobil sedan lainnya (yang dilelang) juga tidak laku”, ujar Budi.

Beberapa mobil dinas jenis sedan lain juga tidak terjual di lelang itu, seperti Toyota Corolla Altis dan Camry bekas pakai pimpinan DPRD Solo. Pemkot Solo belum menyerah. Lelang akan digelar kembali tahun ini. Untuk itu akan dicari momentum yang lebih pas. “Harganya masih akan sama”, kata Budi.

Bila tidak laku, AD 9501 GA akan tetap dikandangkan. Mobil itu tidak akan dipakai untuk kepentingan dinas lagi lantaran biaya operasionalnya tinggi.

Nama Jokowi rupanya tidak membuat bekas mobil dinasnya saat menjadi wali kota diburu. Namun, barangkali ceritanya akan berbeda bila yang dilelang adalah  mobil dinasnya Presiden Joko Widodo. (Kps/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru