Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Mahasiswa Atma Jaya Jatuh di Kawah Merapi

- Senin, 18 Mei 2015 19:40 WIB
640 view
Mahasiswa Atma Jaya Jatuh di Kawah Merapi
Jakarta (SIB)- Tim SAR gabungan tengah berupaya mengevakuasi mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta Eri Yunanto (21) yang jatuh di dalam kawah Gunung Merapi sejak pagi kemaren. Seberapa besar kemungkinan dia selamat?

"Saya nggak mau berspekulasi," kata Komandan Tim Reaksi Cepat BPBD DIY Pristiawan, Minggu (17/5).

"Tapi dengan (jatuh di kedalaman) 100-200 meter pasti akan sangat parah, kecuali ada mukjizat," sambung Pristiawan.

Diketahui, Eri jatuh di kawah Gunung Merapi Sabtu (16/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga pukul 09.00 WIB, berarti dia sudah 11 jam terperangkap di dalam kawah.

Pristiawan tak bisa memastikan seperti apa kondisi Eri ketika jatuh, apakah mengalami benturan serius atau tidak. Namun yang pasti, kawah Gunung Merapi sangat berbahaya. Apalagi jika korban tidak membawa bekal makan atau minuman.

Seperti yang dikatakan Pristiawan tadi, hanya mukjizat Tuhan yang menjadi harapan saat ini. Pihaknya bersama tim SAR gabungan akan berupaya penuh mengevakuasi korban.

Eri diketahui merupakan mahasiswa aktif di Universitas Atma Jaya Yogyakarta angkatan 2012. Ia mengambil Jurusan Teknologi Industri Prodi Teknik Informatika.

BEBATUAN VULKANIK MERAPI RAPUH

Tim SAR Gabungan menghentikan sementara pencarian Eri Yunanto (21), Mahasiswa teknik industri Universitas Atmajaya Yogyakarta yang jatuh di kawah Gunung Merapi. Medan di sekitar lokasi cukup menyulitkan dan membahayakan tim SAR.

Kepala seksi Operasi Basarnas Kantor SAR Semarang, Tri Joko Priyono mengatakan pencarian dihentikan sekira pukul 17.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali Senin (18/5) pukul 07.00 WIB. Pencarian  dihentikan selain waktu mulai malam, medan di sekitar lokasi juga menyulitkan.

"Pencarian terkendala medan yang sulit," kata Joko, Minggu (17/5).

Search and Rescue Unit 1 dan 2, lanjut Joko, sudah mencapai puncak dan mencari anchore untuk membuat sistem yang kemudian digunakan untuk menuruni kawah sedalam 300 meter tersebut. Kesulitan yang dialami yaitu tidak ada pepohonan yang bisa digunakan untuk tambatan anchore.

"Jadi harus mencari batu yang bisa digunakan untuk mengaitkan tali anchore. Sementara bebatuan vulkanik di atas tidak semuanya kokoh. Ditakutkan batuannya masih lapuk sisa erupsi tahun 2010 lalu," tandasnya.

Kabut yang tebal juga menjadi kendala tim SAR yang berjumlah 150 orang itu sehingga jarak pandang terbatas. Joko berharap cuaca besok cukup cerah sehingga pencarian bisa dilakukan dengan lancar.

"Harapannya besok cuaca bagus, jadi proses pencarian bisa berjalan efektif dan korban dapaat dievakuasi," pungkas Joko. (dtc/c/w)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru