Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Ratusan Tabung Gas Malaysia Coba Diselundupkan dan Dijual di Kalbar

- Rabu, 27 Mei 2015 15:04 WIB
158 view
 Ratusan Tabung Gas Malaysia Coba Diselundupkan dan Dijual di Kalbar
Tabung (SIB)- Polisi mengamankan sebuah truk pengangkut tabung gas asal Malaysia. Tabung berlogo Petronas itu berjumlah 160 buah itu rencananya akan dijual di Sanggau, Kalimantan Barat.

Menurut Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Brigjen Arief Sulistyanto, pihak kepolisian mengamankan truk itu pada Senin (25/5) malam. Truk dikemudikan Fabianus dan dikondekturi oleh Erwin serta Desan.

“Hasil pemeriksaan sopir, mereka mengaku tabung gas itu milik Eko dan akan dijual di Sanggau,” urai Arief.

Kemudian sopir beserta kendaraan truk yang berisikan 160 tabung gas dibawa ke Mapolres Landak untuk dilakukan pemeriksaan. Pemilik tabung gas ini terancam pidana pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 huruf (j) UU Ri no. 8 th 1999 ttg perlindungan Konsumen Jo pasal 141 Undng Undang No. 7 th 2014 tentang perdagangan.

Salah satu sebab mudahnya masuk tabung gas ini karena kendala belum adanya Pos Pengelola Lintas Batas (PPLB) di kawasan Jagoi Babang.

“Saksi-saksi masih kami periksa, dan alat bukti sudah disita. Kami juga akan panggil pemilik tabung gas ini,” tegas Arief.

Bisa Bebas Keluar Masuk


Cerita dari perbatasan RI-Malaysia di bumi Kalimantan tak ada habisnya. Kali ini dari titik perbatasan di Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Serikin Malaysia.

Di titik perbatasan ini, jalan sudah lebar dan lumayan permanen. Kendaraan pun leluasa melintas. Hanya saja menjadi persoalan, bagaimana bila para penyelundup masuk?

Seperti pada Senin (25/5) Polda Kalbar mengamankan truk yang mengangkut ratusan tabung gas bercap Petronas. Hasil pemeriksaan, tabung itu diangkut dari perbatasan Jagoi Babang.

“Di titik itu memang sangat rawan, tidak ada CIQ (custom, imigration, dan wuarantine),” jelas Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto.

Arief mengakui tak ada gate di titik itu. Kondisi jalan yang bagus dan besar akan memudahkan mereka yang berniat jahat melakukan penyelundupan.

“Pos polisi jaraknya 3 Km dari batas itu. Kami repot juga harus mengawasi tanpa fasilitas gate pemeriksaan. Memang Jagoi Babang harus menjadi prioritas untuk dibangun PPLB,” terangnya.

Namun Arief berupaya memaksimalkan kemampuan personel kepolisian dalam melakukan pengawasan. Polisi mengawasi setiap kendaraan yang melintas.

“Pengamanan kami lakukan berlapis, kalau di jalur awal lolos akan kena tangkap di Polres/Polsek jalur berikutnya,” tutup dia. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru