Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Eksekusi Rumah Jenderal Polisi Ricuh

- Kamis, 28 Mei 2015 14:17 WIB
153 view
Eksekusi Rumah Jenderal Polisi Ricuh
Pulogadung (SIB)- Kericuhan terjadi dalam aksi eksekusi enam rumah jendral di Jalan Cipinang Bundar, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (27/5). Dua orang kuasa hukum keluarga jenderal purnawirawan polisi dimasukkan paksa kedalam mobil lantaran menghalang-halangi petugas dalam eksekusi.

Diamankannya dua kuasa hukum dan seorang keluarga itu, lantaran mereka berupaya menghalangi petugas yang kala itu akan mengeksekusi rumah. Ketiganya bersama beberapa keluarga meminta petugas untuk menunda eksekusi. "Proses gugatannya masih berjalan, ini jangan dieksekusi dulu, tunggu keputusan pengadilan," teriak salah seorang kuasa hukum.

Menurutnya, aksi yang dilakukan para anggota kepolisian yang dinilai paham akan hukum, malah melanggar hukum yang ada. Polisi langsung mengambil tindakan eksekusi meski kasus tersebut tengah ditangani di Pengadilan Negeri Jakarta timur. "Kalian semua yang merusak citra Polri. Kalian mengerti hukum, tapi kalian juga yang melanggarnya," teriaknya lagi.

Sementara itu, Kanit Pelayanan Markas (yanma) Mabes Polri, Kombes Latif mengatakan, eksekusi yang dilakukan pihaknya ini merupakan lanjutan dalam upaya pengumpulan aset polri. "Upaya eksekusi ini sudah dilakukan sejak tahun 1999. Namun karena tidak menemui titik temu akhir kami eksekusi paksa," ujarnya.

Dikatakan Latif, awalnya dikawasan tersebut terdapat 11 rumah, yang dulunya ditempati jendral. Beruntung lima rumah sudah menyerahkan sukarela dengan kesadaran, sementara enam ini bertahan karena mengaku punya girik. "Semuanya akan terbukti dalam hasil persidangan nanti," katanya lagi.

Eksekusi rumah itu sendiri, pasalnya di kawasan tersebut akan dijadikan kantor Disaster Victim Identivication (DVI). Pasalnya, kantor DVI yang ada saat ini terbilang sempit karena juga satu gedung dengan Pudokkes Mabes Polri.

Sementara dalam eksekusi enam rumah itu, sekitar 650 personil dari Polres Jakarta Timur, Polda Metro Jaya dan Mabes Polri diterjunkan. Beberapa ruas jalan pun ditutup selama proses eksekusi. Puluhan truk juga terlihat berjejer yang bertujuan untuk membantu mengangkut barang-barang milik keluarga jenderal tersebut. (PK/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru