Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

BMKG: Kecil Kemungkinan Gelombang Panas Terjadi di Indonesia

- Jumat, 29 Mei 2015 14:18 WIB
194 view
 BMKG: Kecil Kemungkinan Gelombang Panas Terjadi di Indonesia
Jakarta (SIB)- Gelombang panas hingga mencapai 50 derajat celcius telah menelan lebih dari 1.100 korban jiwa di India. Namun, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa kecil kemungkinan gelombang panas serupa akan terjadi di Indonesia.

"Aliran udara panas yang terjadi di India kecil kemungkinannya dapat terjadi di Indonesia. Ini dikarenakan tidak adanya indikator dinamika atmosfer yang bisa memicu terjadinya aliran udara panas tersebut di Indonesia," kata Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG, A Fachri Radjab, Kamis (28/5).

Namun, meskipun Indonesia tak dilalui gelombang panas seperti di India, masyarakat tetap harus waspada. Tak lama lagi akan memasuki musim kemarau, potensi bencana akibat musim kemarau pun akan semakin tinggi.

"Indonesia, meskipun tidak dilalui aliran udara panas ini, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan karena saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Maka fenomena bencana terkait cuaca seperti kebakaran, kekeringan dan gagal panen agar dapat diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat," jelas Fachri.

Penyebab utama fenomena ini adalah terjadinya perluasan pola musim panas di India. Suhu udara naik sekitar 5 derajat celcius dari suhu yang seharusnya. Ketika melewati permukaan, suhu menyebar dan bertambah panas.

"Pada dasarnya aliran udara panas adalah sebuah pola musim panas yang meluas (extended summer), diindikasikan dengan suhu udara sekitar 5 derajat celcius di atas rata-rata suhu maksimumnya. Ketika aliran udara panas ini melewati permukaan daratan yang luas, maka terjadi interaksi yang pada akhirnya memperkuat aliran udara panas ini seperti yang terjadi di India," jelas Fachri.

"Dari analisa kami, aliran udara panas ini diperkirakan masih akan bertahan dalam 5 hari ke depan di sekitar wilayah utara dan timur laut India. Bagi warga Indonesia yang sedang berada di sana agar mewaspadai fenomena ini," imbuhnya. (detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru