Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Delegasi RI di Myanmar Dorong Dunia Percepat Temukan Solusi Masalah Migran

- Minggu, 31 Mei 2015 16:49 WIB
356 view
Delegasi RI di Myanmar Dorong Dunia Percepat Temukan Solusi Masalah Migran
Jakarta (SIB)- Ratusan imigran dari Bangladesh dan Myanmar saat ini tengah ditampung di kamp pengungsi di Aceh dan Sumatera Utara setelah melarikan diri dari negara masing-masihng karena konflik agama dan kemanusiaan. Situasi darurat penyelamatan imigran ini dianggap menjadi momentum yang tepat untuk mendorong masyarakat internasional menyelesaikan masalah tersebut.

"Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya yang melebihi kewajiban internasionalnya dalam penanganan migran ireguler warga Bangladesh dan Myanmar yang saat ini berada di Aceh," ujar Dicky Komar, Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan Special Meeting on Irregular Migration in the Indian Ocean, Bangkok, Thailand, dalam siaran pers yang diterima , Jumat (29/5).

Menurut Dicky, respon Indonesia itu didasari pada pertimbangan kemanusiaan. "Namun komitmen Indonesia tersebut menuntut dukungan dan kerjasama negara-negara di kawasan dan masyarakat internasional," kata Dicky.

Pertemuan khusus di Bangkok ini diselenggarakan sebagai respon atas merebaknya kasus masuknya ribuan migran ireguler asal Bangladesh dan Myanmar ke wilayah Indonesia dan Malaysia. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan dari 14 Negara dan 4 Organisasi internasional serta 3 negara peninjau.

Tiga agenda yang dibahas adalah respon segera terhadap migran yang terkatung-katung di laut, pencegahan migrasi ireguler, penyelundupan manusia dan perdagangan manusia, dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat di negara-negara asal.

"Pertemuan telah menyampaikan apresiasi atas kesepakatan yang telah dicapai dalam pertemuan di Putra Jaya pada tanggal 20 Mei 2015, khususnya kesediaan Indonesia dan Malaysia untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan dan menyediakan penampungan sementara para migran," jelasnya.

Komitmen tersebut telah mendorong negara-negara peserta pertemuan untuk berkontribusi dalam penyelesaian masalah kemanusiaan tersebut. Pertemuan menggarisbawahi bahwa dalam jangka menengah, mekanisme regional dalam kerangka ASEAN dan Bali Proses dapat dimanfaatkan untuk menjadi salah satu sarana efektif dalam menyelesaikan masalah ini.

"Dalam jangka panjang, upaya penanganan akar permasalahan di negara asal para migran bersifat strategis dalam konteks pencegahan dan penegakan hukum bagi pemberantasan penyelundupan dan perdagangan orang," kata dia. (dtc/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru