Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Ratusan Senpi Polisi Diperiksa Ungkap Kasus Enarotali

- Rabu, 03 Juni 2015 14:44 WIB
198 view
Ratusan Senpi Polisi Diperiksa Ungkap Kasus Enarotali
Jayapura (SIB)  - Mabes Polri kini memeriksa senjata api milik personilnya yang bertugas di Enarotali, untuk mengungkap kasus pembunuhan di sana. Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende, Minggu (31/5) mengatakan, untuk tahap pertama sudah diperiksa 16 pucuk senjata api untuk mengungkap kasus penembakan yang menewaskan empat warga sipil itu. 

Dikatakan, selain senjata api milik anggota polsek, ke-102 senjata api anggota yang bertugas di Polres Paniai di Enarotali juga akan diperiksa secara bergantian. 

"Senjata-senjata yang diperiksa terdiri dari senjata laras panjang dan pendek milik anggota polisi yang bertugas di polsek," kata Kapolda. 

Dari uji balistik yang dilakukan Mabes Polri, peluru yang digunakan ke-16 senjata api itu dinyatakan negatif atau tidak sama dengan serpihan proyektil yang ditemukan dari tubuh korban, kata Kapolda Papua Irjen Pol Mende kepada Antara di Jayapura, Senin. 

Pemeriksaan dilakukan di Makassar, kata Irjen Pol Mende seraya menambahkan, pemeriksaan itu dilakukan selain untuk mencari tahu ada atau tidaknya senjata api anggota yang pelurunya mirip dengan yang ditemukan atau tidak. 

"Pemeriksaan itu juga sebagai tanda polisi serius untuk mengungkap kasus tersebut," tegas Kapolda Papua. 

Menurutnya, selain berupaya mengungkap kasus penembakan yang menewaskan empat warga sipil, polisi juga akan mengungkap kasus awal yang menjadi pemicu ratusan warga menyerang Makoramil. 

"Insiden penembakan itu terjadi karena ratusan warga menyerang Koramil yang awalnya dipicu pemukulan terhadap sekelompok pemuda di pondok natal yang terjadi 7 Desember malam," kata Irjen Pol Mende seraya menjelaskan, pemukulan terhadap para pemuda di pondok natal itu disebabkan mereka (pemuda) menegur pengemudi dan penumpang mobil yang mematikan lampunya saat melintas didepan pondok. 

Karena tidak terima ditegur, mereka memukul para pemuda yang ada di pondok natal. 

Sayangnya, untuk mengungkap berbagai insiden yang terjadi di Enarotali, polisi sulit mendapat keterangan saksi. 

"Kami masih terus mendekati tokoh agama dan masyarakat serta meminta pemda untuk membantu polisi mengungkap insiden itu dengan menghadirkan saksi yang benar-benar mengetahui proses terjadinya kasus tersebut," harap Kapolda Papua Irjen Pol Mende. (Ant/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru