Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Di Penghujung Ekspedisi NKRI, Tim Temukan Perahu Berisi 50 Bom Ikan

- Jumat, 05 Juni 2015 15:21 WIB
236 view
 Di Penghujung Ekspedisi NKRI, Tim Temukan Perahu Berisi 50 Bom Ikan
Sumbawa (SIB)- Gelaran ekspedisi NKRI 2015 hampir menuju pamungkas dengan acara penutupan di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun tim ekspedisi NKRI 2015 malah menemukan perahu yang membawa bom ikan.

Hal itu diceritakan oleh ?salah satu anggota Sat 81 Pasukan Katak Kopassus, Lettu Inf. Franky yang memimpin patroli di perairan Labuan Mapin, Alas Barat, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Franky menyebut perahu pembawa 50 bom ikan itu terlihat mencurigakan, sehingga dibuntuti.

"Kejadian sekitar pukul 05.00 Wita selesai salat Subuh, saya bersama anggota saya Sertu M Ilyas melaksanakan patroli pagi di sekitar perairan Labuan Mapin," kata Franky ketika dihubungi, Kamis (4/6).

Franky mengatakan selama pelaksanaan ekspedisi, tim tidak menemukan adanya penggunaan bom ikan atau potas. Padahal informasi dari masyarakat sekitar, acapkali bom ikan dan potas digunakan para nelayan.

"Biasanya kami agak siang untuk patroli, nah sekarang ini lebih pagi kita lakukan patroli dengan menggunakan LCR (Landing Craft Rubber) Boat atau perahu karet menuju ke Pulau Panjang. Jaraknya dari Mapin sekitar 2 sampai 3 mil," ujar Franky.

Saat bertemu beberapa nelayan, Franky dan anggotanya mengecek satu per satu perahu nelayan tersebut tetapi tidak didapatkan hal-hal yang mencurigakan. Namun ada satu perahu nelayan yang tampak menjauh ke arah jajaran bakau.

"Sekitar pukul 08.40 Wita, ada satu perahu yang merapat ke pulau dan kami curigai sehingga dilakukan pengejaran ditemani masyarakat sekitar bernama Pak Cuncung. Perahu itu masuk ke lorong-lorong bakau sehingga kami agak kesulitan, akhirnya kami naikkan mesin dan mulai mendayung," ucap Franky.

Ketika sudah mendekati perahu, Franky dan anggotanya melakukan pengecekan. Ternyata si empunya perahu telah menghilang dari pandangan dan meninggalkan perahunya.

"Di dalamnya terdapat bom laut untuk mencari ikan sebanyak 50 botol lengkap dengan sumbunya. Namun orangnya telah berhasil kabur dan tidak berhasil tertangkap," kata Franky.

Akhirnya, Franky membawa serta perahu itu dan menanyakan kepada beberapa nelayan yang masih berada di tengah laut. Namun para nelayan itu mengaku tidak tahu siapa pemilik perahu tersebut.

"Sekarang perahu itu beserta barang bukti berupa 50 bom ikan sudah kami amankan. Selanjutnya kami serahkan ke yang berwenang untuk diproses. Bom itu tentu dilarang karena merusak karang yang menjadi habitat ikan," pungkas Franky. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru